
TABANAN – Salah satu venue yang digunakan sebagai ajang gelaran Porprov Bali XV bakal dikemas jadi kampung olahraga. Tabanan sendiri menjadi tempat pertandingan 6 cabor, tiga diantaranya digelar di GOR Debes Tabanan yakni voli indoor, petanque dan dancesport.
Rencana mengemas GOR Debes itu sendiri, tujuannya demi memeriahkan Porprov Bali XV itu sendiri dan akan dilakukan KONI Tabanan. Tujuan lainnya juga tak hanya semata menggelar pertandingan saja melainkan nantinya ada edukasi tentang olahraga serta yang terpenting adalah memanage penonton.
“Kami memiliki konsep bagaimana memanage penonton agar nyaman dan senang ketika berada di venue sebelum atau setelah pertandingan. Ini yang belum terlihat selama ini,” tutur Ketua Umum KONI Tabanan, Dewa Gede Ary Wirawan didampingi Sekum I Made Nurbawa, Minggu (2/10/2022).
Lalu bagaimana konsep Kampung Olahraga itu? Disebutkan Ary Wirawan dan Nurbawa, di sekeliling pintu depan GOR Debes akan dipajang foto-foto cabang olahraga saat pertandingan. Kemudian di luar GOR namun masih dalam satu kawasan, akan dibuatkan pamerann berupa stand-stand UMKM termasuk stand yang menjual perlengkapan olahraga.
“Di stand-stand ini juga akan kami pajang beberapa foto momen olahraga termasuk informasi, profil atlet atau cabor serta edukasi mengenai olahraga,” imbuh Nurbawa.
Bagi KONI Tabanan, momentum Porprov Bali XV di Tabanan bisa menjadi salah satu hal yang unik. Pasalnya, selama ini dari pantauan pihaknya, kebanyakan setiap venue cabor lebih fokus memanage pertandingan, tapi tidak memanage penonton.
“Sehingga penonton ke kawasan pertandingan tidak sekadar datang, menonton, lalu pulang. Tapi ada yang membuat mereka nyaman dengan adanya informasi lebih seputar olahraga,” ujar Nurbawa.
Nurbawa sendiri menjelaskan, rencana ini dilakukan agar Porprov Bali semakin meriah meskipun di Tabanan atau GOR Debes Tabanan khususnya cabor yang dipertandingkan tergolong sedikit.
“Meski sedikit tapi harus meriah. Sebenarnya ini cita-cita lama namun momen tidak ada. Nah sekarang ada Porprov, mudah-mudahan konsep ini bisa menjadi suatu hal yang berbeda,” demikian Nurbawa. (ari/jon)








