
DENPASAR – Salah seorang atlet senior menembak Denpasar dan Bali Ketut Sudiana, akan menjadikan Porprov Bali XV/2022, arena terakhir baginya karirnya sebagai atlet menembak. Setelah hajatan olahraga terbesar dua tahun sekali itu, Ketut Sudiana akan pindah status menjadi pelatih.
Petembak yang merupakan pensiunan polisi tersebut, memang memiliki spesialisasi di nomor free pistol dan rapid fire.
“Saya akan pensiun setelah Porprov Bali 2022 ini dan mau menjadi pelatih saja dan biarkan yang muda-muda yang muncul menggantikan saya,” tutur Sudiana di KONI Bali Rabu (21/9/2022).
Lantas apakah ada regenerasinya sekarang ini ? Dirinya menyebutkan jika regenerasi sudah berjalan dengan baik. Sudah banyak penembak Bali yang turun di kancah nasional.
“Mereka kebetulan sedang bagus-bagusnya. Misalnya Kadek Rico Vergian Dinatha yang turun di free pistol. Juga ada Kadek Diana juga potensial sekali,” jelas peraih emas PON XV/2000, Jawa Timur dan PON XVIII/2012, Riau tersebut.
Diakui Sudiana, sudah cukup untuk menjadi atlet karena dirinya sudah mewakili Bali sejak PON XIV/1996, Jakarta hingga PON XX/2021, Papua. Hanya di PON Papua saja dia gagal meraih medali.
“Emas dua kali dan sisanya dapat perak atau perunggu waktu di PON,” urainya.
Kendati demikian Sudiana, kalau berhasil meraih emas di Porprov Bali pada November mendatang, dia tidak akan ikut Pra-PON.
“Saya mau menjadi pelatih setelah ini. Kebetulan saya melihat penembak di nomor rapid masih minim dan saya ingin mengarahkan atlet-atlet muda ini ke nomor rapid,” bebernya. Namun dia belum ingin menjadi pelatih di nomor senapan angin.
Sudiana menambahkan, dia tidak begitu menguasai nomor tersebut dan akan menyerahkan pembinaan penembak usia muda kepada pelatih lain. Lantas apa yang menjadi kesulitan regenerasi di beberapa nomor seperti rapid fire?
Sudiana mengatakan jika peluru yang menjadi kendala karena harga yang mahal selain harga senjata yang juga cukup menguras kantong.
“Kalau dibilang peluru jadi kendalanya, nanti terlihat manja karena sudah ada recoil kan. Kalau dibilang menembak adalah olahraga yang mahal, tidak juga. Tapi intinya saya ingin fokuskan dulu regenerasi atlet muda di air riffle baru ke rapid,” tutupnya. (ari/jon)








