
TABANAN – Bawaslu Tabanan sangat mengharapkan agar banyak perempuan yang mendaftar menjadi panitia ad hoc atau Panwascam untuk Pemilu serentak 2024 mendatang. Harapan tersebut masih sulit terwujud, karena minimnya perempuan yang ambil formulir pendaftaran.
Terbukti dari 21 orang mengambil formulir pendaftaran di Bawaslu Tabanan, Senin (19/9/2022), hanya satu orang diantaranya perempuan. Sisanya, atau 20 orang laki-laki yang mengambil. Padahal, keterlibatan perempuan sebanyak 30 persen cukup diharapkan. Hal itu mengacu pada Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu minial untuk pendaftaran
Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta mengatakan, untuk pendaftaran masih belum ada. Hanya saja, masyarakat sudah mengambil formulir pendaftaran. Sekitar 21 orang yang sudah mengambil formulir. Terdiri dari 20 laki-laki dan seorang perempuan.
“Jumlah yang mengambil formulir per hari ini (kemarin) sebanyak 21 orang. Laki sebanyak 20 orang dan perempuan sebanyak 1 orang. Nanti pada tanggal 21 baru dimulai penerimaan pendaftaran,” ucapnya Senin 19 September 2022.
Dijelaskannya, untuk pendaftaran itu sendiri ada di beberapa Kecamatan. Misalnya saja, di Kecamatan Tabanan delapan orang, di Kecamatan Enam orang dan salah satunya perempuan tersebut. Kemudian, di Kerambitan 2 orang. Di Kecamatan Selemadeg 2, Penebel 1 orang dan Selemadeg Barat dan Kediri 1 orang.
“Jadi tersebar di beberapa Kecamatan itu,” ungkapnya.
Minat perempuan untuk menjadi Panwascam, nampaknya masih sangat rendah. Padahal sesuai dengan UU Pemilu, diharapkan semakin banyak keterlibatan perempuan dan syarat minimal 30 persen yang mendaftar.
Meski tidak diharuskan merelka terpilih, namun dari aturan, untuk pendaftaran setiap kecamatan minimal 6 orang dan 30 persen atau dua orang adalah perempuan.
“Kalau sampai akhir masa pendaftaran jumlahnya belum mencukupi, maka kami akan konsultasi dengan Bawaslu Provinsi,” ungkap anggota Bawaslu Tabanan I Gede Putu Suarnata.
Namun demikian, pihaknya tetap berharap perempuan di Tabanan mau mendaftar bahkan bisa terpilih menjadi panitia ad hoc atau anggota Panwascam.
“Kami masih menunggu sampai batas waktu akhir pendaftaran, setelah itu baru kami akan mengambil langkah selanjutnya. Mudah-mudahan pendaftar perempuan bisa memenuhi syarat,” pungkasnya. (jon)








