
TABANAN – Teriakan histeris kerabat, saat korban I Gede Made Arga (64) asal Banjar Sembung Gede, Desa Sembung Gede, Kerambitan yang sudah terbujur kaku saat dievakuasi petugas. Made Arga tewas di Ladang Subak Caguh, Banjar Sembung Gede, saat memotong rumput bersama dua rekannya, Kamis (15/9/2022) pagi. Diduga penyakit hipertensi korban kambuh.
Kapolsek Kerambitan AKP Ni Luh Komang Sri Subakti yang sempat disibukkan menenangkan salah satu kerabat korban yang menangis histeris, membenarkan peristiwa tragis tersebut.
“Benar, korban ditemukan tewas terlentang sekitar pukul 09.00 Wita,” ungkapnya.

Dijelaskan, sekitar pukul 07.00 Wita , korban ke rumah tetangganya I Made Nuarsa (58) untuk mengambil mesin pemotong rumput. Kemudian Korban berangkat lebih dulu ke ladang milik saksi Nuarsa di Subak Caguh. Sekitar pukul 08.00 Wita, saksi Nuarsa datang dan keduanya langsung bekerja memotong rumput.
Setengah jam kemudian, saksi Nuarsa melihat korban istirahat dan di atas duduk. Saksi melanjutkan memotong rumput. Lima belas kemudian saksi melihat korban tidur terlentang dengan kepala menghadap ke utara.
“Saksi langsung memeriksa tubuh korban sudah tidak bernafas lagi dan mata korban dalam keadaan setengah terbuka. Saksi minta pertolongan ke warga sekitar dan menyampaikan kepada kerabatnya,” jelas AKP Sri Subakti.
Berdasarkan laporan tersebut, kerabat termasuk anak korban datang ke lokasi. Pihaknya kata Sri Subakti juga ikut turun ke lokasi setelah mendapat laporan. Seketika kerebata korban terutama putrinya menangis histeris dan meronta-ronta.
“Begitu tiba di lokasi, memang benar korban ditemukan tidur terlentang di atas rumput dan sudah tidak bernafas lagi. Kerabat sempat syok,” ungkapnya.
Pihak keluarga menolak jenazah korban diotopsi. Petugas kesehatan dari Puskesmas Kerambitan I hanya melakukan pemeriksaan luar.
“Dari hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi, diduga penyakit hipertensi korban kambuh saat memotong rumput. Korban langsung dievakuasi ke rumah duka karena pihak keluarga menolak diotopsi dan menerima sebagai musibah,” pungkasnya. (jon)








