
KUTA – Sejumlah tantangan dihadapi para pedagang Pasar Seni Kuta pada tempat berjualan sementara. Mulai dari terik matahari, hujan, angin kencang, hingga kerepotan bongkar pasang barang jualan di setiap harinya.
Tantangan berkaitan dengan cuaca, tentunya merupakan hal yang sangat wajar terjadi. Karena lokasi tersebut adalah di pinggiran pantai, dengan hanya beratapkan tenda nonpermanen.
“Mungkin karena faktor itu, para wisatawan jarang yang mampir. Tapi syukur ada saja yang belanja. Walaupun tidak banyak, tapi cukup untuk membeli makanan hari itu saja,” ucap salah seorang pedagang.
Di samping cuaca, pedagang juga direpotkan oleh kendala teknis berupa bongkar pasang barang di setiap harinya. Karena tentu tidak akan aman, jika produk jualan ditempatkan pada tenda nonpermanen.
Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista yang kemudian dikonfirmasi, mengaku telah mendengar berbagai tantangan dihadapi oleh para pedagang pasar seni yang kini menempati lokasi sementara. Dan dipastikan, pihaknya telah berupaya mencari cara untuk membantu mencarikan solusi.
Misalnya soal terik matahari, maka diwacanakan penambahan paranet pada area relokasi sementara. Sedangkan untuk menyikapi soal bongkar pasang barang jualan, akan ditempatkan petugas keamanan yang berjaga 24 jam, sehingga barang-barang bisa tetap ditempatkan di masing-masing tenda. (adi/jon)








