
DENPASAR – Beberapa keputusan kontroversial wasit hasil cabang olahraga (cabor) selam pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua silam dijanjikan bakal tidak akan terulang kembali di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) itu.
Beberapa keputusan kontroversial juga sempat dialami salah seorang atlet selam Bali yang seharusnya bisa meraih medali emas namun akhirnya hanya meraih medali perunggu, termasuk dengan adanya juara bersama atau tiga peserta memperoleh juara dan meraih medali emas bersama sama.
“Memang untuk wasit, ada integritas wasit itu sendiri dan karakter wasit sendiri. Soal adanya hasil juara di PON Papua lalu akan kami evaluasi dan ke depan kejadian-kejadian di PON Papua tak terulang lagi. Waktu itu memang kebetulan wasit yang ditugaskan masih wasit di kepengurusan sebelumnya dan untuk kepengurusan sekarang akan kami benahi total.seluruh perangkat perwasitan,” tekad Ketua Komisi Perwasitan PB POSSI Nelson Uwada, ditengah-tengah pelatihan wasit Bali di Badung, Kamis (11/8/2022).
Lantas bagaimana dengan antisipsi wasit di PON XXI/2024 agar tidak di intervensi tuan rumah ? Nelson menambahkan jika pihak PB POSSI akan menaa semuanya dengan bagus dan baik, sehingga pertandingan cabang olahraga selam hasil juaranya sesuai dengan aturan dan benar-benar nyata.
“Kami akan memaksimalkan teknologi sekarang termasuk elektronik timer, kamera sehingga betul-betul lebih fair. Pasalnya kalau SDM sendiri bisa berubah-berubah. Tapi dengan teknologi sekarang maka akan bisa k membantu wasit-wasit memberikan keputusan yang benar dan jelas,” demikian Nelson Uwada, seraya menambahkan jika PB POSSI di PON 2024 akan memilh wasit-wasit yang berpengalaman dan memiliki integritas tinggi dalam memimpin pertandingan di cabor selam nanti. (ari/jon)








