
TABANAN – Upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Tabanan, BPBD Tabanan bersama BPBD Bali dan Puskeswan Tabanan melakukan desinfeksi dan sosialisasi pencegahan PMK di Kecamatan Penebel dan Marga, Senin (1/8/2022).
Kegiatan desinfeksi diawali di Kecamatan Penebel dengan menyasar peternak di dua desa yakni Desa Riang Gede dan Desa Tajen. Di desa Riang Gede dilakukan desinfeksi di kelompok Simantri 353 dengan jumlah 16 ekor sapi dalam kandang seluas 10 are.
Dilanjutkan di Banjar Riang Delod Sema pada kelompok ternak Padat Karya Produktif dengan jumlah sapi sebanyak 7 ekor. Di Banjar Darma Kelod sebanyak 11 sapi. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan sapi terpapar PMK. Petugas kemudian melakukan desinfeksi pada kandang sapi milik peternak.
Sosialisasi dilanjutkan di desa Tajen. Di desa tersebut dilakukan pengecekan terhadap 58 ekor sapi milik kelompok ternak di tiga banjar. Di lokasi ini juga dilakukan pemeriksaan PMK dan desinfeksi kandang sekaligus sosialisasi kepada peternak.
Sementara kegiatan yang sama juga dilakukan di Kecamatan Marga dengan menyasar dua desa yakni Desa Petiga dan Desa Baru.
Di Desa Petiga, petugas menyasar tiga kelompok ternak di Banjar Semingan. Dari tiga kelompok ternak tersebut terdapat 31 ekor sapi. Petugas langsung melakukan desinfeksi di seluruh kandang ternak sapi milik ketiga kelompok tersebut. Petugas juga melakukan sosialisasi untuk pencegahan PMK.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan PMK di Desa Baru. Di desa ini, petugas menyasar tiga kelompok ternak di tiga banjar dengan jumlah 28 ekor sapi. Tidak ditemukan ada sapi yang terpapar PMK.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama BPBD Provinsi Bali dan Puskeswan I Tabanan melakukan pemeriksaan ternak sapi untuk mencegah penyebaran PMK.
“Dari pemeriksaan petugas nihil kasus PMK. Petugas juga langsung melakukan desinfeksi di kandang pemilik peternak sekaligus melakukan sosialisasi pencegahan PMK,” jelasnya. (jon)








