
TABANAN – SMA Negeri I Tabanan merupakan salah satu SMA favorit yang diburu siswa tamatan SMP. Setiap tahun saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) , ribuan peserta mendaftar. Namun ratusan orang harus kecewa karena gagal masuk ke sekolah tersebut. Pasalnya, sekolah ini hanya menerima 11 rombel atau 396 siswa saja dari berbagai jalur.
Kondisi ini juga terjadi saat PPDB tahun 2022 ini. Ribuan siswa dari berbagai SMP di Kabupaten Tabanan mendaftar untuk bisa masuk di SMA Negeri I Tabanan. Baik lewat jalur afirmasi, jalur prestasi akademik-non akademik , jalur nilai raport serta zonasi. Tercatat sebanyak 1.98 orang siswa yang mendaftar. Dengan hanya bisa menampung 396 siswa, maka sebanyak 702 siswa gagal masuk ke sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Agung Tabanan ini.
“Setiap tahun memang seperti ini, tapi daya tampung kami memang hanya 11 kelas atau 396 siswa saja, sesuai dapodik,” jelas kepala SMAN I Tabanan I Nyoman Surjana, SPd,MPd saat ditemui di sela-sela memantau proses daftar ulang, Rabu (6/7/2022)
Nyoman Surjana Spd Mpd mengatakan, pihaknya taat dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Untuk SMA Negeri 1 Tabanan, ada 11 ruang kelas dimana dalam satu rombongan belajar (rombel) ada 36 siswa. Total 396 siswa yang masuk dalam tahun ajaran 2022/2023. Proses daftar ulang sendiri sudah berlangsung. Mulai tanggal 4 Juli 2022 kemarin, hingga 7 Juli 2022 esok hari.
Menurut dia, siswa yang akan melakukan daftar ulang diminta untuk tidak melakukan pendaftaran di luar ketentuan tanggal tersebut. Sebab, itu akan menjadi keputusan untuk tidak diterima. Dengan kata lain, tidak memanfaatkan peluang, atau membuang peluang penerimaan. Sebab, dasar penerimaan sendiri, sekolah tidak ada kewenangan menolak dan menerima selain dari online.
“Penerimaan akan dilakukan kalau memang ada instruksi dari Kadis Provinsi. Selain dari instruksi maka penerimaan murni sudah selesai dengan 396 siswa yang diterima,” ungkapnya.
Surjana didampingi wakasek kesiswaan Agung Sapanca menjelaskan, sejatinya mereka yang tidak dapat masuk di SMA 1 Tabanan dapat masuk di ring II sekolah favorit. Seperti sekolah SMA Kerambitan, Penebel dan Marga. Karena, dari kuota rombel, SMA N 1 Tabanan tidak dapat memaksakan untuk penambahan.
Sampai hari ini yang daftar untuk penerimaan sendiri, dari jalur Afirmasi sebanyak 24 siswa yang mendaftar dengan kuota 54 siswa, yang diterima 18, ditolak 5 dan masih proses 1 siswa. Sehingga tersisa 36 kursi. Kemudian, perpindahan orangtua dari 19 kuota pendaftaran hanya 9 orang, tersisa 10 kuota.
Selanjutnya, untuk jalur prestasi ada 77 kursi dan yang diterima hanya 39 siswa. Jalur zonasi pendaftar sebanyak 504, dan yang diterima hanya 202 orang siswa. Kemudian jalur nilai rapor, dari 505 pendaftar yang diterima sebesar 129 orang siswa.
“Dari kuota itu ada yang tersisa seperti afirmasi perpindahan orangtua dan inklusi, akhirnya dilimpahkan ke jalur nilai rapor dengan kuota 10 persen. Dan kini sudah memenuhi keseluruhan kuota 396 siswa di tempat kami,” jelasnya.
Dijelaskan, untuk jalur zonasi yang 50 persen dari daya tampung, SMA 1 Tabanan itu melihat dari GPS melingkar, dan genap dari 202 orang. Pendek kata, melihat dari jarak maksimal yakni 1477 meter dari sekolah SMA Negeri 1 Tabanan. Satu orang siswa sejatinya dapat mendaftar sekitar tiga jalur, untuk siswa yang masuk di jalur afirmasi perpindahan orangtua, atau prestasi. Sedangkan yang tidak masuk kualifikasi tiga jalur di atas hanya dapat mendaftar di dua jalur saja, yakni jalur zonasi dan nilai rapor.
“Kalau dia masuk di tiga jalur maka dipilih satu dan bisa masuk ke dua jalur lain seperti nilai rapor dan zonasi. Kalau yang tidak masuk dalam kualifikasi maka hanya di dua jalur saja maksimal. Tapi bisa mendaftar juga di sekolah ring II (Kerambitan Marga dan Penebel),” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam setiap jalur memang sudah ada sistem yang mengatur. Nah, saat ini banyak yang dimanfaatkan ialah jalur Nilai Rapor. Dan dalam sistem perangkingan nilai rapor di SMA Tabanan sendiri dengan nilai minimum yakni 337,60 yang tertinggi 379,60.
“Itu melihat dari nilai Semester 1 sampai 5 di SMP dengan empat bidang studi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia IPA dan Matematika,” sebutnya.
Sementara itu , dari pantauan di lokasi sejak pagi para siswa yang sudah diterima mulai melakukan pendaftaran ulang diantar orang tua mereka. Mereka sudah ditunggui panitia pendaftaran ulang dan melakukan verifikasi ulang lewat barcode yang sudah disediakan. Dengan menscan barcode tersebut mereka sudah mendaftar ulang sekaligus melengkapi persyaratan lainnya termasuk membayar untuk pembelian pakaian. (jon)








