
KUTA – Di tengah momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, puluhan kilogram sampah ditemukan berserakan pada area wisata Pantai Jerman pada Sabtu (4/6/2022) lalu. Sampah-sampah tersebut berhasil dikumpulkan oleh berbagai pihak yang ikut serta dalam aksi bersih pantai bertajuk The Bali Beach Clean Up Event 2022.
Kegiatan itu diprakarsai sebuah komunitas yang bergerak mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan tumbler atau wadah penyimpanan air minum, yakni Komunitas Bring Your Tumbler Be an Eco Warrior. Secara angka, kegiatan yang menyasar bentang pantai sepanjang kurang lebih 700 meter itu, berhasil mengumpulkan total sebanyak 35,3 kg sampah berbagai jenis.
Dari puluhan kilogram sampah tersebut, paling banyak adalah berupa sampah plastik dengan angka total 16,25 kg. Itu berupa sedotan, batang permen, batang cuttonbuds, berbagai kemasan plastik, dan serpihan potongan plastik.
Kemudian selanjutnya adalah sampah kategori residu dengan berat 7,90 kg. Kebanyakan di antaranya adalah puntung rokok, sterofoam berbagai ukuran, baju bekas, serta botol kaca kecil maupun besar.
Berikutnya, adalah sampah kategori kemasan botol plastik (botol ataupun gelas air mineral dan non mineral) dengan temuan sebanyak 7,80 kg. Sedangkan terakhir, adalah sampah kategori kertas (kertas lembaran, kertas kotak, gelas kertas, dan kemasan kertas) dengan hasil timbangan 3,35 kg.
Ketua Panitia Kegiatan Luh Putu Budiarti mengakui, classification research adalah rangkaian dari kegiatan tersebut. Itu bertujuan untuk mengetahui jumlah temuan sampah anorganik di Pantai Jerman. Selain itu, juga mengklasifikasikannya sesuai jenis dan materialnya.
Dia menyebutkan, berbagai rangkaian kegiatan tersebut notabene memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat tentang dampak dari tidak terkelolanya sampah dengan baik. Selain itu, tentu juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata, serta memahami dan mempraktekkan bagaimana cara pemilahan sampah di sumbernya.
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ni Nyoman Santi sempat menegaskan, penggunaan tumbler adalah pelengkap langkah pemilahan sampah rumah tangga dan perkantoran.
“Kami berharap teman-teman komunitas bisa meluaskan kegiatannya untuk membantu KLHK bersama Pemerintah Provinsi Bali untuk mengurangi sampah di tingkat sumber, hingga dapat terjadi penurunan timbulan sampah,” sebutnya. (adi/jon)








