
DENPASAR – Air sungai di jembatan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar Selatan, meluap akibat hujan deras, Kamis (26/5/2022). Naasnya, I Wayan Redun (60) yang mencoba membuka pintu DAM terseret arus.
Berdasarkan keterangan saksi I Kadek Sukarata (31), sekitar pukul 15.00 WITA rumahnya kebanjiran akibat hujan deras. Pria beralamat di Jalan Tukad Yeh Aya nomor 160 itu mendatangi jembatan bermaksud membuka pintu DAM.
“Saat mau membuka pintu, datang Wayan Redun yang bekerja sebagai penjaga DAM,”ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi.
Saat akan membuka pintu DAM, salah satu tali untuk mengangkat pintu yang berada di sisi selatan putus.
“Korban langsung turun mengikat pintu sembari meminta saksi Sukarata agar membantu menarik tali bila sudah diikat. Saksi sempat melarangnya, tapi tak dihiraukan,”ungkap Sukadi.
Wayan Redun turun ke sungai dari utara DAM. Namun, lansia beralamat di Jalan Tukad Balian itu tiba-tiba hilang. Ditunggu sampai 30 menit sampai air surut, Sukarata tidak melihat keberadaan korban. Saksi bergegas menemui Kepala Lingkungan Banjar Kelod.
“Korban diperkirakan hanyut masuk gorong-gorong yang tembus di Jalan Tukad Badung karena pintu DAM sebelah utara sudah terbuka. Polsek Densel bersama Balawista dan pihak keluarga melakukan upaya pencarian,”ujar Sukadi.
Sekitar pukul 19.20, petugas di TPS Mertasari menemukan korban mengambang dalam posisi telungkup di aliran sungai. Warga pun berbondong-bondong memadati lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.
Begitu juga anggota keluarga yang hadir menangis histeris. Setelah dievakuasi, jenazah Redun dibawa menggunakan ambulans BPBD Denpasar ke RS Sanglah.
Sementara itu Ketut Warda selaku tetangga korban yang ditemui di lokasi penemuan menuturkan Redun sudah cukup lama menjadi pegawai PU Denpasar yang ditugaskan sebagai Penjaga DAM.
Bahkan, satu tahun lagi, korban yang sudah memiliki keluarga hingga dikaruniai cucu itu pensiun. “Saya sangat sedih, tatapi mau bagaimana lagi ini musibah,” katanya. (dum)








