Pojok IKM, Inovasi Dekranasda Populerkan Produk IKM dan UMKM Tabanan

0
185
Pojok IKM memamerkan produk IKM dan UMKM Tabanan di lobi kantor bupati

TABANAN – Populerkan IKM/UMKM Tabanan, Ketua Dekranasda Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, ciptakan inovasi dengan membuat pojok IKM Dekranasda, sekaligus menutup Pameran IKM Kuliner Bali Bangkit Tahap 3, di Lobi Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/5/2022).
 
Membangkitkan kembali industri kerajinan di kabupaten Tabanan, Dekranasda menekankan tugas dan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah untuk menggali, melindungi, melestarikan, membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya bangsa, demi kesejahteraan pengrajin di Kabupaten Tabanan. Untuk itu, Dekranasda wujudkan kreatifitas dan inovasi dengan diresmikannya “Pojok IKM Dekranasda” di lobi kantor Bupati Tabanan. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap keberlangsungan  pojok IKM tersebut.
 
“Ini merupakan peluang bagi para IKM untuk lebih memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas. Saya berharap, Pojok IKM Dekranasda ini tidak hanya ada di lobi kantor Bupati, tapi kedepannya ada di tempat umum seperti di mall, bandara, bank atau tempat lain yang ramai dikunjungi masyarakat,” sebut Sanjaya.
 
Ketua Dekranasda Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya memaparkan, Inovasi seperti ini diciptakan guna membantu para UKM Lokal, serta diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pengenalan dan pemasaran produk IKM Kabupaten Tabanan kepada masyarakat luas khususnya tamu yang berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Tabanan.
 
“Sebanyak 10 pengrajin hadir dengan klasifikasi produk seperti keramik, gerabah, besi/logam, ukiran kayu, bambu, dupa dan aroma terapi, serta kerajinan berbahan koran dan kerang, batok kelapa serta pakaian jadi. Nantinya akan dilakukan sistem bergilir dengan jangka waktu pergantian setiap 3 bulan, kami usahakan untuk semua pengrajin di kabupaten Tabanan kami tampilkan di sini,” paparnya.
 
Pihaknya juga mengungkapkan, karena di daerah pertanian dan masuk dalam wilayah agraris, maka mayoritas produk yang ditampilkan nantinya adalah kuliner.
 
“Karena memang daerah agraris, jadi yang banyak memang kuliner dan kerajinan keramik. Di tahun ini juga kita sudah mulai adakan pelatihan digitalisasi, bagaimana nantinya pengusaha kecil dapat mempromosikan produknya dan juga bertransaksi secara digital,” ungkap Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
 
Dibuka mulai pukul  09.30 Wita ini, salah satu pelaku usaha ungkapkan terima kasihnya atas dukungan dan perhatian langsung pemerintah terhadap pelaku usaha kecil.
 
“ini merupakan kesempatan yang sangat baik bisa memperkenalkan produk kami sampai di sini. Perhatian langsung dari pemerintah serta dukungan promosi menjadi angin segar yang dibutuhkan bagi para pelaku usaha kecil, dan kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan seperti ini,” ungkapnya.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + four =