Desa dan Kelurahan di Kuta Mulai Sidak Duktang

0
87
Sidak duktang di wilayah Kelurahan Legian

KUTA – Dua wilayah desa/kelurahan di Kabupaten Badung telah menindaklanjuti surat yang dilayangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung tentang antisipasi kerawanan situasi Trantibum penduduk pendatang (Duktang). Operasi penertiban administrasi kependudukan dijalankan, dengan menyasar kantong-kantong duktang, pada Kamis (12/5/2022).

Kelurahan Legian adalah salah satu di antaranya. Melalui sidak yang digelar dini hari itu, total terdapat 150 orang duktang yang menjadi sasaran.

“Sidak kami laksanakan pada Kamis (12/5/2022) jam 05.30 Wita sampai 07.00 Wita dengan lokasi wilayah Kelurahan Legian yaitu di seputaran Jalan Nakula Lingkungan Legian Kaja, Jalan Kausalya Lingkungan Legian Tengah, dan Jalan Dewi Sri VIII Lingkungan Legian Kelod,” ungkap Lurah Legian Putu Eka Martini.

Hasil dari sidak tersebut terbilang nihil. Seluruh duktang, dipastikan telah mengantongi dokumen administrasi kependudukan secara lengkap.

“Jadi hasilnya masih nihil. Banyak duktang sepertinya memang tidak mudik. Tapi memang ada juga yang masih belum kembali,” ucapnya.

Selain Kelurahan Legian, kegiatan serupa kabarnya juga telah dilakukan oleh pihak Desa Kutuh. Bahkan itu sudah terlaksana pada Rabu (11/5/2022) lalu. Sasarannya pada saat itu adalah wilayah perumahan Beranda Bukit, yang notabene merupakan area perumahan terbesar di wilayah Desa Kutuh. Namun sayangnya, beberapa kali dicoba, Perbekel Desa Kutuh Wayan Mudana belum bisa dihubungi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara membenarkan bahwa berdasarkan laporan, kini sudah ada dua wilayah desa/kelurahan yang telah melakukan kegiatan sidak duktang. Diakui dia, itu merupakan bagian dari tindaklanjut terhadap surat Nomor 338/393/SATPOLPP yang telah dilayangkan pihaknya kepada Perbekel/Lurah/Kasat Linmas se-Kabupaten Badung tertanggal 9 Mei 2022 lalu.

“Dari laporan, yang pasti angka duktang terbilang masih landai. Semua yang dicek memiliki identitas lengkap,” ungkapnya dihubungi via ponsel.

Serbuan duktang, sambung dia, diperkirakan akan terjadi pada beberapa hari ke depan. “Karena biasanya setelah Lebaran Ketupat, para duktang baru akan datang kembali ke Bali,” tambahnya.

Disampaikannya pula, kepemilikan KTP elektronik adalah sasaran dari pelaksanaan sidak dimaksud. Ketika ada temuan duktang tanpa KTP elektronik, maka harus ada surat pernyataan dari penjamin.

“Tapi andaikata tidak ada identitas dan tidak ada penjamin, maka kami akan pulangkan,” tegasnya. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 10 =