
TABANAN – Jika nantinya kesepakatan mayoritas Pengprov PBSI di Indonesia soal PON XXI/2024 mendatang menjadi keputusan untuk batas usia pebulutangkis 21 tahun, maka Pengprov PBSI Bali harus melakukan seleksi pebulutangkis. Pasalnya jika mengambil dari juara Porprov Bali XV /2022 tidak mungkin karena batas usia yang diberlakukan maksimal 21 tahun dan dua tahun kemudian di PON XXI/2024 sudah berusia 23 tahun.
“Kita lihat saja nanti keputusan PB PBSI soal batas usia di pra-PON maupun PON karena sekarang ini semua itu sifatnya masih kesepakatan dan belum keputusan. Kalua benar itu terjadi maka kita akan seleksi pebulutangkis yang usianya masuk dengan batas usia yang ditentukan nantinya. Tapi semuanya tidak bisa dipanggil untuk seleksi tapi yang terbaik saja,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali IGB Arya Candra Palasara di Tabanan, Kamis (5/5/2022).
Dimisalkannya, yakni pebulutangkis muda yang ambil bagian di Porprov Bali 2022 atau pebulutangkis yang memiliki prestasi bagus di even lokal maupun nasional. Seleksi itu tak bisa dihindari karena ketentuan sudah disiapkan dan itu berdasarkan dari hasil rapat PBSI Bali dengan Pengkab/Pengkot PBSI seluruh Bali baru-baru ini.
“Sekali lagi kita tidak bisa berandai-andai dan kita tunggu saja keputusan PB PBSI. Pastinya kami akan selalu siap dan menyiapkan pebulutangkis muda. Semoga semuanya bisa berjalan lancar saja dulu untuk Porprov Bali 2022 ini,” jelas pria yang biasa disapa Tu Gus itu.
Menyoal grup di pra-PON nanti, Bali nampaknya bakal kembali ke grup sebelumnya yakni Bersama Banten, DI Yogyakarta dan NTB. Ini merupakan grup berat.
“Berat memang tapi akan kami upayakan persiapan terbaik nantinya,” demikian Tu Gus. (ari/jon)








