
KUTA – Tuban disebut sebagai wilayah yang mendominasi soal ‘KTP siluman’ di wilayah Kabupaten Badung. Menyikapi itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) AA Ngurah Arimbawa mengaku akan segera melakukan rapat dengan kepala lingkungan setempat.
“Hal seperti itu sesungguhnya ada hampir di seluruh kecamatan. Tapi yang paling banyak adalah di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Utamanya yaitu di daerah Tuban. Dimana yang sebelumnya adalah pemukiman masyarakat, sekarang sudah menjadi perluasan bandara,” ungkapnya dalam paparannya di sela acara peluncuran Gerai Dukcapil di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Badung, Rabu (20/4/2022).
Penduduk bersangkutan, sambung dia, banyak yang sudah ber-KTP Badung. Namun karena hal itu, mereka pindah ke wilayah lain. Termasuk ke Denpasar, seperti Pemogan dan Padangsambian.
“Kami sudah melakukan validasi data dengan sistem SIAK yang ada. Kami sudah pilah-pilah, ada 24 ribu penduduk tanpa NIK, dan 25 ribu kita dapatkan by name by address. Ada pula 38 orang yang NIK-nya ganda,” bebernya mengenai hasil validasi sementara itu, sembari menambahkan bahwa selain Tuban, yang menjadi perhatiannya adalah wilayah Kelurahan Tanjung Benoa dan Jimbaran.
“Di hari Selasa nanti, kami akan rapat dengan para kaling setempat,” tambahnya.
Arimbawa menegaskan, pihaknya tentu tidak memiliki kewenangan untuk serta merta melakukan panghapusan. Karenanya, hasil validasi nanti akan disampaikan ke pihak Kementerian Dalam Negeri untuk mendapat petunjuk lebih lanjut.
“Kami akan sampaikan kajian-kajian kami ke Depdagri, supaya nanti bisa dilakukan yang terbaik,” pungkasnya. (adi/jon)








