
TABANAN – Antrian panjang pembelian minyak goreng (migor) curah di sejumlah agen di Tabanan masih saja terlihat. Warga yang sebagian besar pedagang, rela antri sampai berjam-jam untuk bisa mendapatkan minyak goreng meski pembeliannya masih dibatasi. Kondisi in terlihat agen Kurnia jalan Gajahmada Barat Tabanan dan agen Crystal di Banjar Anyar, Kediri.
Dari pantauan sejak pagi antrian warga lengkap dengan membawa jirigen sudah terlihat ‘mengular’. Petugas kepolisian termasuk satpol PP tampak pula mengawasi antrian warga tersebut. kondisi arus lalu lintas di sepanjang jalan pulau Menjangan juga sempat tersendat lantaran sepeda motor warga yang hendak beli migor curah ini cukup padat.
Kondisi serupa terjadi agen Crystal, kediri. Di lokasi ini warga juga aintri untuk mendpatkan minyak goreng curah sebanyak 15 kilo dari sebelumnya 30 kilo. Pembataskan dilakukan para agen agara semua warga bsia mendpatkan minyak goreng curah yang kini diburu.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan sekaligus Sekretaris TPID Tabanan I Gusti Putu Ekayana mengatakan, terkait dengan persoalan minyak goreng di pasaran, Pemkab Tabanan sendiri rencananya akan menggelar pasar rakyat. Hanya saja saat ini masih menunggu persetujuan pimpinan dalam hal ini Bupati Tabanan termasuk kepastian ketersediaan minyak dari distributor di Denpasar.
Diakui, dari hasil turun monitoring ke lapangan, tiga agen minyak goreng curah di Tabanan terjadi antrian. Informasi yang didapatkan, kondisi ini bukan lantaran agen tidak mendapatkan pasokan minyak namun memang belum ada pengamprahan.
“Ada informasi yang mereka (agen) ini dapatkan, kalau akan ada terjadi perubahan harga, ini yang membuat mereka takut atau belum ngamprah, khawatirnya ketika mereka membeli dengan harga tinggi saat ini, selanjutnya harga akan turuni,”terangnya, Rabu (13/4/2022).
Terkait dengan informasi yang didapatkan itu, pihaknya tentu akan koordinasi dengan Disperindag selaku leading sektor, agar distribusi atau ketersediaan minyak goreng tetap aman di Tabanan.
“Kalau gara-gara alasan informasi yang belum benar kejelasannya, terus sampai tidak berani ngamprah lagi, ini kan bisa merugikan masyarakat khususnya pedagang,”ucapnya.
Dia menilai aintrian yang terjadi saat ini sebagai bentuk panic buying , setelah harga minyak goreng kemasan melambung tinggi, sehingga beralih ke minyak goreng curah.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, I Putu Santika mengatakan, saat ini pasokan migor curah yang didapat oleh para agen di Tabanan dari pihak distributor yang berlokasi di Benoa, Denpasar tidak stabil untuk pengiriman rata-rata per harinya.
Sebab, pihak distributor tersebut ternyata juga tergantung suplai dari Surabaya yang volumenya juga tidak stabil diperoleh belakangan ini. Meski demikian, ia tegaskan, kini stok migor curah di Tabanan tidak sampai mengalami kelangkaan.
“Belum sampai ada kelangkaan, memang masih tersedia,” tandasnya.
Dengan kondisi pasokan yang tidak stabil tersebut agar bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan migor curah di Tabanan, pihaknya sudah melayangkan surat ke masing-masing agen migor curah.
“Intinya, penjualan migor curah oleh para agen ke masyarakat termasuk pengecer disesuaikan dengan volume suplai yang didapat dari pihak distributor, sehingga mereka dapat merata untuk memenuhi kebutuhan akan migor curah,” sebut mantan Kadisnaker ini.
Terkait adanya kuota yang ditetapkan pihak agen, Santika mengatakan, hal tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak agen.
“Mungkin maksudnya agar semua pembeli mendapatkan, sehingga dilakukan penjatahan pembelian maksimal,” ucapnya.(jon)








