
TABANAN – Setelah sempat terhenti, angkutan siswa atau trans siswa (Trans serasi) di Tabanan kembali diaktifkan sejak PTM mulai diberlakukan Jumat (1/4/2022) lalu. Dinas Perhubungan Tabanan terus melakukan evaluasi pelaksanaan angkutan siswa yang kini berbayar tersebut.
Seperti yang terlihat di barat kantor Bupati Tabanan, Senin (4/4/2022), nampak sejumlah petugas dari Dishub mengawasi pelaksanaan trans siswa tersebut. Bahkan Kepala Dinas Perhubungan I Made Yasa ATd turun langsung melihat pelaksanaan trans siswa di lapangan.
Made Yasa ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau trans siswa ini sudah mulai berlaku sejak PTM dimulai Jumat lalu. Sejauh ini sudah berjalan, meski belum sepenuhnya sempurna.
“Biarkan dulu berjalan, secara bertahap kami evaluasi dan benahi,” ungkap ahli transportasi darat ini di lokasi.
Diakui, dari tiga hari pelaksanaan, ada beberapa hal yang menjadi evaluasinya, seperti masih bingungnya siswa yang mencari angkot yang menuju arah rumah mereka. Selain itu, masih banyak siswa diantar orang tua dan ada yang membawa motor sendiri.
“Kalau yang bawa motor sendiri kami foto, kami sampai ke sekolah, karena mereka sesungguhnya belum boleh membawa kenadaran sendiri,” tegasnya.
Diakui, masih banyak siswa yang kebingungan mencari angkot jurusan ke rumah mereka. Untuk itu pihaknya memang berencana kembali memasang papan pengumuman dan memberikan stiker di angkot , sehingga siswa dengan mudah mengenali angkot yang digunakan.
“Kami masih mencari sponsor untuk hal tersebut, karena tidak ada anggaran untuk itu. Ada beberapa sponsor sudah bersedia, segera dilaksanakan,” ucap mantan Kadis Koperasi ini.
Terkait pembayaran, Yasa mengatakan, sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan yang melibatkan pihak sekolah Dishub, Disdik, komite dan orang tua siswa termasuk sopir angkot, harga disepakati Rp 6 ribu PP tiap hari. Untuk pembayarannya, masih hibrid. Ada yang tunai dan ada yang sudah menggunakan kartu dan juga mulia menggunakan QRIS.
“Untuk saat ini pembayaran masih campuran, ada yang tunai dan ada yang sudah non tunai dengan kartu top up dan QRIS,” jelasnya.
Untuk jumlah angkota Kata Yasa, saat ini yang sudah dioperasikan sebanyak 87 termasuk ada angkutan baru. Tidak menutup kemungkinan akan terus ditambah, melihat perkembangan yang ada. Karena dia meyakini kalau belum semua siswa atau orang tua mengetahui hal tersebut dan terus disosialisasikan.
“Barang kali kini orang tua masih bisa antar jemput , namun kedepan kalau orang tua sudah sibuk, maka kemungkinan akan memanfaatkan angkutan trans siswa ini. Masih terus disosialisasikan dan saling bersinergi serta saling pengertian. Ini juga untuk keselamatan anak-anak kita semua,” tandasnya.
Disinggung untuk tahun 2023 kemungkinan kembali disubsidi, Yasa mengatakan akan mengusulkan. Apalagi Bupati sangat mendukung program ini. Namun karena ketersediaan dana, belum bisa disubsidi kembali .
“Kami akan usulkan kembali, untuk saat ini memang belum ada anggaran untuk itu (subsidi),” pungkasnya. (jon)








