
TABANAN – Sampah plastik masih menjadi momok bagi kelestarian lingkungan. Namun belakangan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik semakin meningkat. Bahkan kini masyarakat mulai mengumpulkan sampah plastik karena sudah memberikan berkah tersendiri baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Kelating, Kerambitan dan difasilitasi pihak Soori Bali yang ada di Desa Kelating mulai mengumpulkan sampah plastik termasuk kresek bekas yang sangat mencemari lingkungan. Masyarakat mengumpulkan sampah plastik kemudian ditukarkan dengan beras yang diberikan oleh pihak Soori Bali di Kelating. Kegiatan ini tetap dengan Prokes yang ketat. Setiap yang datang dicek suhu tubuh.
Pantauan di lapangan di banjar Dukuh, Desa Kelating, Senin (21/3/2022), sejak pagi masyarakat sudah berdatangan ke Balai Banjar Dukuh. Mereka membawa karung plastik penuh sampah plastik. Mereka didata berdasarkan kepala keluarga adat di setiap banjar. Sampah kemudian ditimbang dengan berat maksimal 5 kilogram kemudian ditukar dengan beras 5 kilogram atau satu kilogram sampah ditukar dengan 1 Kilogram beras yang merupakan CSR dari pihak Soori Bali yang disediakan sejumlah 500 kilogram.
Dalam kegiatan tersebut sebanyak 80 warga dan 10 staf membawa sampahnya ke balai banjar dan ditukar dengan beras. Dari total sampah plastik yang didapat , dari 500 kilogram beras yang disediakan tersalurkan sebanyak 422,5 kilogram sesuai dengan jumlah sampah yang diterima. Sampah tersebut kemudian diangkut dan diambil BUMDes Kelating dibawa ke lokasi KEDAS (Kerambitan Daur Ulang sampah) Kecamatan Kerambitan yang ada di Desa Belumbang untuk dipress dan didaur ulang.
Sekretaris General Manager Soori Bali NI Gusti Ayu Putu Lestari mewakili pemilik hotel menjelaskan, kegiatan yang digelar ini sebagai upaya mengajak masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik.
“Itu basicnya, sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik, sehingga lingkungan kelihatan asri. Khan enak dipandang, tujuannya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan didaur ulang,” jelasnya.
Ditambahkan, kegiatan penukaran sampah plastik dengan beras ucap wanita asal Banjar Panti ,Kediri ini sudah yang ketujuh kalinya dan dilakukan setiap bulan secara bergilir di tiap banjar. Dijelaskan, penggantian dengan beras sebelumnya dengan konfigurasi dua kilogram sampah diganti dengan satu kilogram beras.
“Namun sejak dua bulan terakhir, konfigurasinya diubah satu banding satu. Satu kilogram sampah plastik diganti dengan satu kilogram beras. Ini karena pemilik Soori sangat konsen dengan masalah lingkungan dan membantu masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu warga Ibu Ngurah mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Disamping dapat menjaga kebersihan lingkungan dari sampah terutama sampah plastik, juga bermanfaat secara ekonomi kepada masyarakat. Apalagi dirinya memang sudah sejak lama mengumpulkan sampah plastik rumah tangganya dan kebetulan suaminya petugas sampah di desa.
“Bagus membantu masyarakat mengurangi sampah plastik yang bertebaran. Sangat senang dengan program ini,” ucapnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Kelating I Made Suarga juga mengaku sangat gembira dengan adanya program tersebut. Pihaknya berterima kasih kepada pemilik usaha termasuk pihak Soori Bali yang telah berpartisipasi memfasilitasi dalam upaya mengurangi sampah plastik di desanya.
“Ini sangat bagus, lingkungan jadi bersih dari sampah plastik, masyarakat juga mendapatkan keuntungan secara ekonomi,” sebutnya.
Diakui, daerahnya yang memiliki pantai setiap tahun khususnya di musim hujan selalu mendapatkan sampah kiriman termasuk sampah plastik. Pihaknya bersama warga setiap bulan menggelar gotong royong melakukan bersih-bersih. Dengan adanya program sampah plastik ditukar beras, masyarakat mulai mengumpulkan sampah plastik tersebut untuk mendapatkan beras.
“Inilah kendala membangun kebersihan desa terutama di pantai, karena setiap tahun mendapat sampah kiriman. Bersyukur kini ada program ini,” pungkasnya. (jon)








