
TABANAN – Desa Adat Kota Tabanan menggelar ritual Mapepada di areal Catus Pata Kota Tabanan, Selasa (1/3/2022). Mepepada bertujuan menyucikan ulam (sarana upakara) yang akan dipergunakan pada Tawur Kesanga dengan upakara Panca Kelud Buwana, Rabu (2/3/2022) serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1944. Diharapkan, ritual ini nantinya bisa nyomia bhuta kala, segala kebrebehan termasuk Covid 19 ini, sehingga pelaksanaan Nyepi berjalan lancar.
Prosesi memepada dimulai sejak pukul 08.00 Wita. Beberapa wewalungan atau hewan yang akan dijadikan caru kemudian mengikuti prosesi ini diantaranya kerbau, sapi gading, anjing belang bungkem, angsa, ayam, babi, dan kambing hitam satu pasang. Hewan tersebut hanya dibawa keliling di areal Catus Pata Tabanan saja, karena pendemi Covid-19.
Dalam pelaksanaannya, ritual serangkaian Hari Raya Nyepi ini hampir serupa dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, sejak tahun 2020 lalu dan tahun ini jumlah peserta pelaksanaan ritual ini dibatasi. Contohnya, pada saat Tawur Kesanga tahun Caka 1944 tahun ini hanya dihadiri perwakilan dari 10 Majelis Alitan (Kecamatan), jika sebelumnya seluruh Bendesa Adat mengikuti proses ritual ini.
“Besok kami menjalani ritual Tawur Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan ini,” kata Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Gentha di lokasi.
Setelah melasti, kata dia, dilanjutkan dengan Mapepada di Catus Pata telah dilakukan. Ritual Mapepada yang memiliki makna penyucian wewalungan atau hewan termasuk tempatnya yang akan dijadikan tawur. Sehingga diharapkan prosesi tawur kesanga nantinya berjalan lancar.
“Terpenting dalam ritual Mapepada ini maknanya menyucikan tempat serta wewalungan yang akan digunakan sebagai tawur,” jelasnya.
Siwa Gentha mewakili masyarakat mengharapkan, dengan ritual Tawur Kesanga tahun Caka 1944 ini agar nantinya bisa menyomia bhuta kala dalam artian saat ini adalah Covid-19. Karena, kita tidak bisa mengusir hal bersifat negatif tersebut, sehingga dengan disomiakan tersebut tentu mereka tak mengganggu lagi.
“Astungkara dengan Tawur Kesanga ini, Covid-19 di Tabanan bisa menurun dan hilang nantinya. Kami juga berkeyakinan dengan ritual ini Jagat Tabanan akan kembali menjadi aman kembali seperti semula. Jika semua sudah sehat, astungkara perekonomian kembali pulih,” pungkasnya.(jon)








