
BULELENG – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam mewujudkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Naik Kelas.
Selain pemenuhan kebutuhan sarana prasarana serta permodalan melalui sinergi dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kementerian Komunikasi dan Informatika (BPSDM Kominfo) Yogyakarta Pemkab Buleleng juga membantu peningkatan kapasitas pelaku UMKM dengan pelatihan keuangan digital.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, kompetensi pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng dalam menghadapi era digital,” ungkap Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng, Nyoman Genep, Rabu (2/2/2022) saat membuka Pelatihan Keuangan Digital di Kutus-kutus New Sunari Besch Resort Lovina.
Mewakil Bupati Buleleng, Mantan Kepala Bappeda Buleleng ini menandaskan kagiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, menghadirkan Kadis Kominfosanthi Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan dan Kadis DP2-UKM Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiartha sebagai narasumber, juga merupakan upaya dari Pemkab Buleleng dalam menjembatani masyarakat khususnya usai kerja atau produktif untuk dapat meningkatkan kemampuan di bidang keuangan digital.
“Kan sekarang era digitalisasi, bagaimana upaya kita menjembatani masyarakat khususnya usia kerja atau usia produktif, pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan antara lain tentang keuangan digital, melalui kerjasama, sinergitas Pemkab Buleleng dengan BPSDM Kominfo Yogyakarta,” tandas Genep sembari berharap 74 peserta mendapat manfaat dari pelatihan yang diikuti.
Senada dengan Asisten III Setda Buleleng, Fransisca Rosilawati selaku Koordinator Sub Bagian SDM pada BPSDMP Kominfo Yogyakarta menandaskan kegiatan ini merupakan implementasi dari nota kesepakatan antara Pemkab Buleleng dengan Kementerian Kominfo Republik Indonesia dalam mencetak 5.000 talenta digital di Kabupaten Buleleng.
“Target peserta meliputi lulusan SMA/SMK, Perguruan Tinggi dan warga masyarakat umum lainnnya. Kita juga menyiapkan pelatihan untuk ASN, baik tingkat staf maupun pimpinan dengan materi beragam bidang keahlian yang berorientasi pada digitalisasi. Itu semua ada skemanya dan bersertifikasi,” tandas Fransisca sembari berharap kerjasama dalam mewujudkan peningkatan kompetensi masyarakat dibidang digitalisasi dan tanpa dipungut biaya ini dapat dilakukan berkesinambungan. (kar,dha)








