
KUTSEL – Ketua DPP PDI Perjuangan Bagian Kebudayaan yang juga Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Dr Ir Tri Rismanarini MT atau akrab disapa Risma, turut serta hadir dalam kegiatan tanam bibit mangrove di pesisir Telaga Waja, Tanjung Benoa, Minggu (23/1/2022). Dalam kegiatan serangkaian HUT ke-49 PDI Pejuangan tersebut, Risma juga sempat membeberkan sejumlah manfaat lestarinya hutan mangrove.
Manfaat pertama, kata dia, adalah sebagai semacam benteng pencegah abrasi. Karenanya, sebagai negara kepulauan, Indonesia dirasa sangat membutuhkan kelestarian hutan mangrove.
“Kita negara kepulauan, maka akan sangat rentan jika kita tidak melakukan perawatan dengan cara menanam mangrove,” sebutnya.
Kedua, yakni untuk menahan kecepatan angin. Karena diketahui, mangrove adalah tumbuhan air payau yang memiliki akar sangat kuat.
“Akarnya yang sangat kuat, sehingga dia bisa menahan angin dan melindungi rumah-rumah ataupun bangunan lain yang ada di sekitar,” bebernya.
Manfaat ketiga, sambung dia, adalah sebagai pemasok kebutuhan oksigen. Karena diketahui, mangrove merupakan tanaman penghasil oksigen yang sangat baik.
“Mangrove adalah salah satu tanaman penghasil oksigen cukup tinggi, dibandingkan tanaman lainnya. Dengan menjaga kelestariannya, tentu akan sangat berpengaruh kepada kualitas oksigen kita,” sebutnya.
Keempat, mangrove katanya merupakan tempat berkembangbiak atau berpijahnya biota laut seperti ikan. “Nah, itulah sejumlah alasan kenapa mangrove menjadi penting di negara kita,” sambungnya.
Kaitan dengan itulah maka Mensos Risma mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga kelestarian mangrove. Jika ada perilaku pencemaran ataupun pembangunan yang mengancam kelestariannya, maka dipastikan bahwa itu sudah ada aturannya.
“Namun di sisi lain mari kita tidak saling menyalahkan. Karena waktu akan habis di sana. Tapi yang harus kita lakukan adalah terus menanam kebaikan-kebaikan, supaya manfaatnya bisa dirasakan bersama-sama,” ajaknya.
Lebih lanjut disampaikan Risma pula, kegiatan tersebut sekaligus sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang ke-75. Dan dipilihnya aksi pelestarian lingkungan, adalah dengan maksud menjalankan sustainable pembangunan secara baik.
“Dengan demikian maka masyarakat juga bisa menikmati kenyamanan, oleh terawatnya kondisi bumi,” ucapnya.
Risma pun sempat menuturkan, belum lama ini dirinya sempat berdiskusi dengan Ketua Umum PDI Perjuagan Megawati Soekarnoputri. Di dalamnya, membahas pula soal dampak global warming yang membuat kondisi cuaca jadi tidak menentu.
“Bahkan ada beberapa negara yang dahulunya tidak ada salju, sekarang ada salju,” tambahnya.
Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Putu Parwata juga menyampaikan hal serupa. Kata dia, aksi penghijauan itu adalah dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke-49 dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke-75.
“Ibu (Megawati) sangat concern sekali memerintahkan kita sebagai kader partai, soal bagaimana kita merawat pertiwi ini, dekat dengan lingkungan, serta memberikan teladan yang baik dan bisa ditiru oleh masyarakat. Karena itulah pada hari ini kita melaksanakan perintah Ibu Megawati, dengan harapan semoga Ibu bisa senantiasa diberikan kekuatan, sehingga kita semua bisa melanjutkan cita-cita bangsa. Dengan demikian kita harus selalu mendekatkan diri kepada alam. Alam ini harus dijaga, karena alam inilah yang melindungi kita,” sebut Parwata.
Ketua DPRD Kabupaten Badung itu menuturkan, aksi penghijauan yang katanya dilaksanakan secara serentak pada sejumlah lokasi di Bali ataupun Indonesia tersebut.
Di pesisir Telaga Waja sendiri, katanya ada ribuan bibit mangrove yang ditanam kaitan kegiatan tersebut. Pelaksanaannya, melibatkan para kader partai di Kabupaten Badung. (adi/jon)








