
KARANGASEM—Kontestasi politik tingkat desa di Kabupaten Karangasem sudah mulai menghangat, menyusul pelaksanaan pemilihan perbekel serentak di 51 Desa, pada 21 Mei mendatang,tahapanya sudah dimulai.
Sampai saat ini tercatat sudah 95 tokoh desa yang melamar untuk mencari peruntungan di jalur Perbekel. Jumlah tersebut kemungkinan akan berkembang, karena panitia Pilkel di tingkat desa baru menutup pendaftaran 27 Januari mendatang. Menariknya ada sembilan Perbekel inkamben tiak ikut tarung lagi.
Sorak sorai, memang belum terasa, tapi melihat jumlah kontestan yang terlibat dalam konstelasi politik di tingkat desa itu, pertarungan head to head bisa dihitung dengan jari. Kecuali Desa Bugubug (Kecamatan Karangasem), Desa Purwakerti (Kecamatan Abang), dan Desa Duda Timur, Kecamatan Selat (calon pendamping), pertarungan head to head nyaris tidak tejadi. Karena 48 desa lainnya dipastikan akan memunculkan lebih dari dua orang calon dari 5 orang calon yang dipersyaratkan.
Kabid Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Karangasem, I Gede Kaneka mengatakan, dari 51 desa yang melaksanakan Pilkel, diperkirakan 42 inkamben kembali bertarung. Sedangkan 9 Perbekel lainnya tidak ambil bagian. Tujuh diantaranya karena terbentur aturan (sudah 3 kali) dan 2 lainnya memilih fokus untuk menjadi Sulinggih dan memang tidak ada minat lagi untuk maju.
“Sampai saat ini, perbekel inkamben yang sudah mendaftar baru 20 orang. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah hingga penutupan pendataran nanti,” ucap Kaneka.
Sementara itu, tujuh orang Perbekel yang tidak ikut dalam kontestasi Pilkel seretak karena terbentur aturan, yakni I Wayan Suara Arsana, Perbekel Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Suartana, Perbekel Desa Menanga dan I Wayan Astawa, Perbekel Desa Pasedahan (Kecamatan Redang). I Ketut Dresta, Perbekel Antiga Kelod dan I Dewa Parwata, Perbekel Desa Gegelang (Kecamatan Manggis), Ida Bagus Sudira, Peberkel Desa Bungaya Kangis, Kecamatan Bebandem, serta I Wayan Sudana, Peberkel Desa Bukit, Kecamatan Karangasem.
Sedangkan untuk dua inkamben yang tidak ikut ambil bagian dalam perebutan kursi perbekel itu, yakni Ida Bagus Nyoman Jaksa, Perbekel Desa Culik, dan I Nengah Artha, Perbekel Desa Datah, keduanya dari Kecamatan Abang.
Perbekel Culik dikabarkan tidak mau maju lagi, karena memilih focus untuk persiapan menjadi sulinggih. Sedangkan Nengah Artha tidak mau maju disebut-sebut karena kompetitornya masih keluarga Bupati.
“Inkamben Perbekel Culik tidak maju karena pesiapan untuk menjadi Sulinggih,” sebutnya.
Pantauan WARTA BALI, pertarungan Pilkel paling hangat akan terjadi di dua desa, yakni Desa Purwakerthi dan Desa Bugbug. Tensi politik di dua desa ini juga mulai terasa. Mengingat hanya dua tokoh yang akan terlibat dalam pertarungan tersebut, yakni inkamben perbekel melawan seorang newcomer.
Di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, inkmaben I Nengah Karyawan akan ditantang I Nengah Suanda dari Banjar Lebah. Hal serupa akan terjadi di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, new comer I Gede Diatmaja akan menantang I Gede Suteja. Pertaruhan trah darah biru akan sengat kental, karena yang berebut untuk menduduki tahta Pebekel. Sama-sama kuat dan memiliki basis masa militan. (wat/jon)








