
BULELENG – Rencana pembangunan Bandar Udara Bali Utara yang telah tercantum dalam RPJMN 2020- 2024 sebagai proyek prioritas dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Bali, semakin gencar disosialisasikan sejumlah investor, salah satunya PT. BIBU Panji Sakti.
Selain memaparkan rencana pembangunan sinergis bandara lepas pantai dan aero city dan aero polite di darat, tim juga meminta dukungan tandatangan dari pemangku pura, kelian banjar adat serta kelompok nelayan yang ada di wilayah Desa Adat Kubutambahan.
“Melalui Kelian Desa Adat dan Prebekel Kubutambahan, hari ini kami mengundang pemangku pura, kelian banjar adat dan kelompok nelayan di Desa Kubutambahan untuk mensosialisasikan sekaligus minta dukungan, pembangunan bandara lepas pantai dan aero city/aero polite di daratan,” ungkap General Manager PT. BIBU Panji Sakti, Anak Agung Ngurah Ugrasena, Sabtu (22/1/2022) usai sosialisasi di Sekretariat PT. BIBU Panji Sakti di Pantai Pura Penegil Dharma Kubutambahan.
Penglingsir Puri Singaraja ini menandaskan sosialisasi terkait Bandara Internasional Bali Utara yang dibangun sonergis dengan memanfaatkan kawasan pantai untuk Runway dan daratan untuk Aero City serta Aero Polite, dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut,tentang Arahan PKKPRL Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
“Jadi selain mengakomodir teknologi terbarukan, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara Lepas Pantai ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata terbarukan pertama kali di asia dan sangat ramah lingkungan karena tidak menggusur pura dan situs sejarah yang ada pada daratan. Kita berharap bisa membangun peradaban baru, membangun sarana prasarana transportasi paling modern yang dipadukan dengan penyelamatan situs sejarah berupa pura, antara lain Pura Kerta Negara Gabur Anglayang sebagai simbul Peradaban Nusantara,” terangnya.
Dengan komitmen, tidak akan menggusur perkampungan nelayan, menjaga situs sejarah dan menyerap SDM lokal sebanyak-banyaknya, PT. BIBU berharap dukungan serta doa restu semua pihak.
Menyikapi sosialisasi dan komitmen PT. BIBI Panji Sakti tersebut, Jro Ketut Warkadea selaku Kelian Desa Adat Kubutambahan menyatakan selama ini pihaknya tidak pernah menolak rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
“Dimanapun lokasinya kami selalu mendukung, termasuk yang lepas pantai. Selain ramah lingkungan, dimana pembangunan Runway dilakukan pada lepas pantai, sementara Areo City dan Aero Politenya dibangun pada daratan, tanpa harus menggusur pura maupun situs sejarah yang ada,” terangnya.
Selain pelestarian situs sejarah, pembangunan bandara lepas pantai juga tidak menggunakan seluruh lahan druwen pura yang kami harapkan tidak berubah status. “Kami bersama perbekel juga segera menyiapkan Perdes maupun Prerarem untuk mengakomodir komitmen Bandara Internasional Bali Utara dalam pemanfaatan SDM lokal sekaligus menjaga melubernya SDM dari luar daerah,” pungkasnya. (kar,dha)








