
I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (paling kanan) saat menerima bendera pataka
DENPASAR – Menanggapi efisiensi anggaran sehingga ada beberapa KONI Kabupaten di Bali kemungkinan besar mengirimkan atlet potensi medali ke Porprov Bali XV/2022 nanti, khusus untuk cabang olahraga (cabor) tarung derajat berharap semua atlet tarung derajat di daerah di seluruh Bali diturunkan dalam mengejar prestasi.
Harapan itu datangnya dari Ketua Umum (Ketum) Pengprov Kodrat Bali yang baru tapi wajah lama I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya. Pria yang akrab disapa Turah Joko itu memang terpilih kembali secara aklamasi untuk periode kedua dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kodrat Bali yang digelar di Ruang Rapat KONI Bali, Jumat (21/1/2022).
“Ya kami menyayangkan kalau sampai ada KONI kabupate atau kota di seluruh Bali hanya mengirimkan sedikit saja atlet kami ke Porprov Bali nanti. Pasalnya Porprov Bali merupakan ajang menuju pra-PON maupun PON nantinya. Kalau dibatasi atlet kami turun di Porprov Bali nantinya, bagaimana bisa melihat potensi para petarung nantinya ? Terutama untuk putri kami masih membutuhkan petarung lebih banyak lagi,” kata Turah Joko usai Musprov Kodrat Bali yang dihadiri Bendahara PB Kodrat, AA Bagus Adhi Mahendra Putra.
Lantas bagaimana jika ada petarung di daerah tak dikirim ke Porprov Bali namun bersedia untuk membiayai secara mandiri agar bisa tampil di even dua tahunan itu ?
“Kami tidak ada masalah jika perlu kami bisa membiayai bersama-sama para petarung yang ingin turun di Porprov Bali tapi tidak dikirim KONI daerahnya. Disini kami keluarga besar yang saling bantu bersama-sama. Terpenting atlet itu bisa bertanding,” tegas Turah Joko.
Sementara itu, salah satu tim formatur yang juga mantan Sekum Kodrat Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka mengakui Musprov ini mengedepankan sistem kekeluargaan. Meski demikian masih ada hutang kegiatan yang harus digelar nantinya setelah tidak bisa dihelat selama tahun 2021 lalu akibat pandemi Covid-19.
“Banyak hutang kegiatan harus digelar. Salah satunya tak lain yakni Porsenijar baik kabupaten/ kota maupun provinsi. Ini penting karena cikal bakal petarung turun di pra PON maupun PON awalnya di Porsenijar ini juga,” demikian pria yang biasa disapa Gung Cok itu. (ari/jon)








