
DENPASAR – Kontingen Kabupaten Bangli kini bersiap mengejar prestasi di Porprov Bali XV/2022 pada September nanti dengan dana bantuan bersih Rp.3 miliar. Meski demikian, tetap misi mengirimkan atlet-atlet putra dan putri Bangli bakal diprioritaskan yang memang memiliki potensi meraih medali tanpa ada jor-joran.
Menurut Ketua Umum KONI Bangli Sang Kompyang Suarjaksa, KONI Bangli untuk kiprah di Porprov Bali yang serentak digelar di seluruh kabupaten/kota di Bali, diberikan dana bantuan bersih Rp 3 Miliar di luar dana bantuan lainnya untuk operasional KONI Bangli yakni Rp 200 Juta.
Pastinya, jumlah itu juga di luar dana bonus bagi atlet Bangliperaih medali di PON Papua lalu yang berjumlah total Rp 115 juta. Dengan demikian bantuan Pemkab Bangli ke KONI Bangli total Rp 3. 335.000.000.
“Kami diberi dana itu karena dulu prestasi Bangli di Porprov Tabanan 2019 lalu berada di posisi juru kunci. Dari posisi itulah, kami harus semangat bagaimana caranya agar meningkat. Apalagi saat pelantikan pengurus Pengkab PBVSI Bangli kami dibisiki pak Bupati jika saat ini memang dibantu sejumlah itu dan tolong dimanfaatkan dengan bagus dan prestasinya ditingkatkan. Kalau prestasinya meningkat besok besok beda lagi bantuannya,” tutur Suarjaksa di KONI Bali, Kamis (20/1/2022).
Soal atlet lanjutnya, KONI Bangli juga akan selektif mengirimkan atlet ke Porprov Bali. Pasalnya disamping anggaran sebesar itu harus dimanfaatkan dengan baik juga dalam mengirim atlet benar-benar berpotensi meraih medali di Poprov Bali, sehingga bisa mendongkrak posisi Bangli.
“Contohnya saat PON Papua lalu, Bangli memiliki 8 atlet yang mewakili Bali dan semuanya meraih medali. Artinya kan potensi yang ada bisa kita manfaatkan kalau ternyata misalkan untuk potensi atlet hanya mengirimkan 50 atlet saja kenapa tidak ? Walaupun anggaran itu melebihi dari mengirimkan 50 atlet. Sisa anggaran itu akan kami kembalikan ke Pemerintah Kabupaten Bangli,” tutup Suarjaksa. (ari/jon)








