
GIANYAR – Masih belum adanya kehadiran penonton dan rencana penonton bisa menyaksikan laga Liga 1 Indonesia di Bali, pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 masih menunggu instruksi dari Mendagri.
“Kalau pertandingan yang sudah berjalan beberapa hari di Bali sudah tidak ada masalah, baik jadwal sudah berjalan bagus dan pertandingannya juga berkualitas. Kemarin memang baru start untuk pekan 18 putaran II. Kalau soal rencana menghadirkan penonton kita masih menantikan instruksi Mendagri, dengan perkembangan-perkembangan baru terkait dengan diizinkan atau tidak dengan penonton. Memang kita sudah mencoba dengan penonton saat Liga 2 lalu dan kini tinggal bagaimana instruksi Mendagri itu, ya itu yang kami lakukan,” kata Direktur Operasional PT LIB Sudjarno mendampingi Direktur Utama (Dirut) LIB Akhmad Hadian Lukita ditengah-tengah penandatanganan kerjasama dengan partner PT LIB dari pihak ketiga, di Café Bali United Gianyar, Jumat (7/1/2022).
Disebutkannya, untuk instruksi mendagri itu sediri lanjutnya, dari tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 instruksi Mendagri 66 2021 itu berbunyi semua kegiatan olahraga tanpa penonton. Sekarang ini tanggal pemberlakuan tersebut sudah lewat sehingga PT LIB menunggu instruksi mendagri yang baru seperti apa akan tetap dilaksanakan.
Apakah PT. LIB tidak ada rencana bersurat ke Mendagri ? Diakui Sudjarno jika pihaknya selalu Kamis selalu berkoordinasi dengan Deputi Kemenkoparpres selalu koordinator PPKM Jawa Bali. Apakah juga tidak menghadap Gubernur Bali Wayan Koster untuk memohon Gubernur bersurat ke pusat untuk keberadaan penonton sebagai bentuk sport tourism di Bali?
“Bisa juga bila diakselerasi dari pak Gubernur untuk bersurat. Tapi tentunya pak Gubernur juga memiliki pertimbangan-pertimbangan juga. Pastinya kami selalu taat apa yang menjadi instruksi otoritas pemerintah dalam hal segala termasuk penerapan prokes, pcr atau antigennya. semua kita ikuti. Kami juga sudah melakukan dengan mencoba di 2 stadion di Liga 2 lalu dengan penonton dan kita adopsi dengan sistim yang berbeda seperti ticketing. Semua sudah ada dalam agenda rencana kita. Tinggal menunggu perkembangan insruksi tadi,” tegas Sudjarno.
Di lain pihak, Akhmad Hadian Lukita menambahkan, soal adanya keluhan dari Persebaya karena ruang gantinya panas, pihak PT LIB masih terus melakukan perbaikan karena ini pertama kalinya digelar di Bali.
“Kalau ada keluhan itu di setia seri selalu ada keluhan. Di Bali soal pertandingan sudah baik, lapangan juga bagus. Hanya memang terkait infrastruktur untuk penonton dan penunjang seperti ruang ganti pakaian kecil berbeda dengan di Stadion Dipta Gianyar. Kan memang standar Stadion Ngurah Rai untuk level pertadingan internasional untuk latihan tapi kalau lapangan berkelas,” jelas Hadian Lukita.
Diakuinya, dirinya bakal bersurat ke Gubernur Bali agar bisa diperbesar meski sebenarnya ruangan besar hanya karena disekat saja sehingga dengan adanya sekat itu tim kurang leluasa bergerak.
“Kami akan secepatnya bersurat semoga bisa dibongkar tembok penyekatnya. Kalau fasilitas kamar mandinya sudah bagus,” tutupnya. (ari/jon)








