
DENPASAR – Cabang olahraga (cabor) gulat akhirnya tidak dipertandingkan pada Porprov Bali XV/2022 yang dilaksanakan secara gotong royong, serta dilangsungkan di kabupaten/kota di seluruh Bali. Ada pertimbangan mendasar terkait dengan olahraga yang menggunakan kekuatan fisik itu.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali IGN Oka Darmawan, cabor gulat memang sudah pernah melakukan pertandingkan eksibisi pada Porprov Bali tahun 2015 di Singaraja.
“Tapi setelah eksibisi itu gulat tidak lagi berkegiatan layaknya cabor lainnya alias vakum termasuk di Porprov Bali XIV/2019 lalu di Tabanan. Tak hanya itu kegiatan-kegiatan di level lokal maupun nasional juga absen,” kata Oka Darmawan di Denpasar, Rabu (22/12/2021).
“Ya bagaimana harus mempertandingkan cabor yang vakum terhadap kegiatan serta tidak memiliki atlet termasuk para atlet gulat yang kosong di kabupaten/kota di seluruh Bali. Bahkan pada pra-PON lalu tidak ikut ambil bagian sehingga otomatis tidak bisa bertanding di PON XX/2020 di Papua yang digelar pada tahun 2021,” tambah Oka Darmawan.
Pertimbangan-pertimbangan itulah yang membuat KONI Bali tak bisa memaksakan untuk mempertandingkan gulat.
“Meski telah menggelar eksibisi kalau kondisinya seperti itu makanya terpaksa harus dicoret,” terang Oka Darmawan.
Jika ingin mengikuti porprov Bali setelah Porprov Bali gotong royong nanti diminta Oka Darmawan, para pengurus PGSI harus memiliki atlet di kabupaten/kota di seluruh Bali.
“Padahal cabor gulat itu mempertandingkan banyak nomor juga,” demikian Oka Darmawan seraya menambahkan para atlet itu juga harus dilengkapi dengan para pelatih di daerah-daerah. (ari/jon)








