
TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya melakukan kick off (pencanangan) pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dipusatkan di SD Negeri 1 Dajan Peken Tabanan, Rabu (15/12/2021). Meski pemerintah pusat menargetkan vaksinasi selama dua bulan sampai Februari 2022, namun Bupati Sanjaya minta vaksinasi bisa dikebut hanya satu setengah bulan saja.
Satu persatu siswa silih berganti untuk melaksanakan vaksinasi ini. Total bakal ada 29.929 orang anak yang akan mendapatkan layanan vaksinasi dengan jenis vaksin sinovac ini. Di hari pertama, ada 50 orang anak yang mendapat vaksinasi ini. Untuk mencapai sasaran vaksinasi anak ini, Pemkab Tabanan telah mendapatkan dropping vaksin sebanyak 25 ribu dosis. Kemudian untuk kekurangan 5 ribu dosis lagi sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi.
“Dengan dimulainya vaksinasi hari ini (kemarin), kami sudah siap melaksanakan vaksinasi serentak sesuai dengan instruksi dari Presiden dan Gubernur Bali,” kata Bupati Sanjaya.
Dia menyebutkan, sasaran target vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Tabanan ini pihaknya sudah mendapatkan vaksin sebanyak 25 ribu lebih. Kemudian untuk pelaksanaannya akan dilakukan dengan memanfaatkan Puskesmas setempat agar vaksinasi untuk siswa di 298 Sekolah Dasar ini. “Tadi juga ada usulan dari Kejari, Polres Tabanan dan Kodim Tabanan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi ini. Artinya nanti pelaksanakan bisa di Polres Kodim dan Kejaksaan juga. Semua terlihat jadi bisa semakin cepat tuntasnya,” ungkapnya.
Sanjaya melanjutkan, mengenai target pelaksanaan ini akan berlangsung dalam waktu dua bulan. Artinya dengan jumlah sasaran 29.929 orang anak tersebut akan selesai pada Februari 2022 mendatang.”Kami sudah hitung kira kira dengan jumlah tersebut selesai dalam waktu dua bulan. Tapi saya minta bisa lebih cepat, 1,5 bulan bisa selesai lah,” tegasnya.
Menurutnya, semangat dari para tenaga medis, para guru termasuk siswa juga tentunya sangat mendukung. Apalagi para siswa juga sudah mengerti sangat ingin melaksanakan vaksinasi untuk menjaga kesehatannya.
“Artinya antusias sekali menerima. Siswa juga menyebut vaksinasi untuk menjaga kesehatan. Ini sangat kita apresiasi,” jelasnya.
Disinggung mengenai vaksinasi untuk anak disabilitas, Bupati menyatakan akan mendapatkan perlakuan khususnya. Sanjaya menyebut sudah ada kriteria yang ditentukan dari pusat. Pihaknya kembali menegaskan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak disabilitas akan mendapat perlakuan khusus.
“Saya yakin anak disabilitas termasuk anak autis divaksin. Nanti ada perlakuan khusus sesuai dengan kriterianya,” tandasnya.
Seorang siswa yang ditanya Bupati Sanjaya mengaku sangat berani vaksin agar tidak terpapar Covid 19. “Agar gak kena covid,” tegas Putu Gede tersebut. (jon)








