
KUTA – Pedagang pesisir Pantai Kuta ‘ketog semprong’ melakukan aksi bersih-bersih sampah kiriman, Sabtu (11/12/2021). Mereka mengumpulkan sampah di sejumlah titik, lanjut diangkut alat berat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung menuju stopover.
Ketua Pengelola Wisata Pantai Kuta (Satgas Pantai Kuta) Wayan Sirna menuturkan, hal semacam itu rutin dilakukan para pedagang. Itu tidak ubahnya sebagai bentuk tanggung jawab bersama, dalam menjaga kebersihan Pantai Kuta, minimal di sekitar lapak masing-masing.
“Semua terlibat, mulai dari pedagang hingga tim kebersihan dari desa adat. Jumlah keseluruhannya sekitar 350-an orang,” ungkap Sirna.
Aksi bersih-bersih itu dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari. Titiknya, mulai dari Setra Asem Celagi Desa Adat Kuta hingga perbatasan dengan Pantai Legian.
“Untuk tadi, kondisi sampah kebanyakan anorganik,” ucapnya sembari berharap agar ke depan, volume sampah kiriman yang menepi di Pantai Kuta terus mengalami penurunan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung Putu Suantara mengatakan, dalam sepekan terakhir, sudah ada sekitar 796 ton sampah kiriman berhasil ditangani. Itu merupakan hasil pembersihan pada bentang pantai mulai dari wilayah Kecamatan Kuta Utara hingga Kuta Selatan.
Dari jumlah tersebut, kebanyakan ditemukan di area Pantai Kuta dengan volume total 488 ton. 88 ton di antaranya sudah terangkut menuju TPA, sementara sisanya masih ditempatkan sementara pada stopover setempat. Dia memastikan, nantinya sampah tersebut pun akan diarahkan ke TPA secara bertahap. (adi/jon)








