Tangani Sampah Kiriman Pantai Kuta, DLHK Hadapi Tantangan Pasang Tinggi

0
134
Penanganan sampah kiriman di pantai Kuta terkendala air laut pasang

KUTA – Belakangan ini, proses evakuasi sampah kiriman di pesisir Pantai Kuta tidak mudah. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrim dengan meningginya pasang air laut.

Hal tersebut tidaklah dipungkiri Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Putu Suantara. Kata dia, pasangnya air laut membuat evakuasi jadi tersendat.

“Kami akui penanganan yang kami lakukan belum bisa optimal. Hal itu terjadi karena faktor kondisi pasang air laut,” ungkapnya, Selasa (7/12/2021).

Namun demikian, dirinya memastikan akan berupaya maksimal. Salah satu strateginya, dengan mendahulukan penanganan pada titik-titik memungkinkan.

“Kami lakukan pembersihan secara berpindah-pindah. Mana titik yang tidak pasang, maka itu yang kami tangani terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sampah kiriman terus penuhi Pantai Kuta meski terus dibersihkan petugas DLHK Badung

Selain sejumlah alat berat yang stand by hingga sore hari, DLHK juga menerjunkan ratusan tenaga penyapuan. Meski diakui, tenaga bantuan tersebut hanya untuk penanganan pada pagi hingga siang hari saja. Meski tidak optimal, dipastikan sudah ada sampah yang berhasil dikumpulkan dan ditempatkan sementara pada stop over. Sampai Selasa ini, total sudah ada 70 ton sampah yang berhasil dikumpulkan dan ditempatkan sementara pada dua stop over di wilayah Kuta.

“Untuk yang di dekat Setra Desa Adat Kuta itu sebanyak 20 truk atau 40 ton. Sedangkan untuk yang di Camplung, itu sebanyak 15 truk atau 30 ton,” ungkapnya didampingi staf DLHK Badung I Made Gede Dwipayana.

Pengangkutan menuju TPA rencana akan dilaksanakan secara mencicil. Namun demikian, itu akan dikoordinasikan kembali sehingga pengangkutan menuju TPA bisa optimal.

“Pengangkutan akan kita prioritaskan terlebih dahulu untuk jenis sampah nonorganik dan residu. Soalnya kalau untuk yang jenis kayu dan ranting, sering kali diambil masyarakat untuk dimanfaatkan,” ungkapnya.

Ditambahkan, kini juga sudah ada banyak sampah kayu besar yang menepi di Pantai Kuta. Bahkan terbesar, memiliki diameter hingga 80 cm dan panjang 3 meter. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + four =