
KUTA – Balita 10 bulan yang tinggal di sebuah rumah panggung pinggir Tukad Mati Legian, ikut menjadi korban terjebak banjir pada Senin (6/12/2021). Beruntung, balita perempuan itu segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan dengan menggunakan rubber boat.
Tidak sendiri, balita tersebut terjebak bersama dengan 4 orang dewasa lainnya. Mereka terjebak karena akses yang biasa dilalui sudah terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. Sementara pada sisi lainnya, level air pada alur sungai Tukad Mati sudah meninggi.
Mengetahui hal tersebut, petugas Linmas dan LPM Kelurahan Legian langsung bergerak melakukan langkah tindak lanjut. Termasuk dengan melaporkan kejadian itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung serta Kantor Pencarian dan Petolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Kepala Basarnas Bali Gede Darmada mengatakan, laporan diterima pihaknya melalui sambungan seluler Ketua LPM Legian Wayan Puspa Negara sekitar pukul 10.25 Wita. Laporan itupun langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan 10 personil untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasinya terbilang dramatis, karena mesti menggunakan rubber boat melalui alur sungai Tukad Mati. Hingga akhirnya, seluruh korban terjebak banjir berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.40 Wita. Untuk diketahui, identitas para korban itu adalah Masrulatu Askiah (21/P), Adellia Azzahra (10 bln/P), Ita Puspita Sari (25/P), A Rahman (30/L), Yuhadi (21/L).
“Seluruh korban banjir yang tadi kami evakuasi dalam keadaan selamat. Menurut informasi, mereka mengungsi ke rumah kerabatnya,” sebut Darmada. (adi/jon)








