Berulang Ditata, Pasir Pantai Kuta Tetap Digerus Abrasi

0
233
DLHK Badung membantu menyikapi pohon pesisir Pantai Kuta yang nyaris tumbang akibat akarnya tergerus abrasi

KUTA – Abrasi masih menghantui Pantai Kuta. Berulang kali diperbaiki, pantai selalu saja kembali compang-camping. Akar-akar pohon tergerus hingga nyaris tumbang.

Ketua Pengelola Wisata Pantai Kuta (Satgas Pantai Kuta) I Wayan Sirna, mengaku sangat khawatir akan hal tersebut. Dia berharap, kondisi itu segera mendapat penanganan yang bersifat permanen, tanpa mengurangi estetika Pantai Kuta.

Sebagai tindak lanjut, Sirna mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Seperti membantu melakukan penataan, walau itu disadari sifatnya hanya sementara.

Terakhir, bantuan penataan tersebut diberikan DLHK Badung Senin (22/11/2021). Alat berat dikerahkan, utamanya untuk mengantisipasi tumbangnya pohon yang akarnya sudah tergerus abrasi.

“Kami hubungi DLHK untuk membantu. Alat berat sudah dikerahkan, utamanya untuk menindaklanjuti titik-titik parah,” ucapnya.

Namun disadari, itu bukanlah solusi yang bersifat permanen. Karena menurut pengalaman, ketika langkah serupa dilakukan, tidak lama berselang akan tergerus kembali.

“Sebelumnya, dari pemerintah bahkan sudah sempat melakukan penambahan pasir pasir. Tapi ternyata tetap saja, itupun kembali tergerus,” ucapnya.

Melihat kejadian yang berulang itu, Sirna mengaku sepakat, Kuta membutuhkan solusi permanen. Namun itu diharapkan bisa dilakukan tanpa mengurangi daya tarik Pantai Kuta sebagai obyek pariwisata.

“Kami harap pihak terkait bisa segera mensolusikan persoalan ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung AA Gede Dalem membenarkan, pihaknya sempat membantu melakukan perataan pasir sederhana di pesisir Pantai Kuta. Kata dia, itu merupakan permintaan dari pihak desa adat, dalam hal ini Satgas Pantai Kuta.

“Ketika itu kami sedang patroli dan siaga pantai barat. Karena ada permintaan, maka kami bantu melakukan pemindahan pasir menuju pohon yang rawan terkikis. Kami bantu yang perlu diuruk saja, dengan menggunakan pasir sekitar,” bebernya. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + 10 =