Digitalisasi UMKM Tidak Bisa Ditunda-tunda Lagi

0
134
KadiskopUKMP Badung (kanan) mengunjungi salah satu stand UMKM dalam acara Bali In Your Hands Road to Harbolnas

KUTA – Digitalisasi UMKM merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda lagi. UMKM harus segera beralih dari metode traditional marketing menuju digital marketing. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DiskopUKMP) Kabupaten Badung Made Widiana belum lama ini.

Jaringan internet yang sudah disediakan hingga ke banjar-banjar, juga salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk oleh UMKM dalam rangka menuju digitalisasi.

“UMKM di wilayah Kabupaten Badung sekarang ini sekitar 32 ribu lebih. Sebarannya hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung, terlebih di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Yang sudah digitalisasi, tidak lebih dari 10 persennya. Jadi masih kecil, sehingga memang perlu ditingkatkan,” bebernya.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung dipastikan telah berupaya melaksanakan pelatihan-pelatihan di setiap tahun. Namun karena anggaran yang terbatas, dirinya berharap agar wadah-wadah organisasi UMKM turut bergerak melakukan hal serupa.

“Seperti komunitas Women For Bali melalui gerakan Bali In Your Hands. Komunitas ini telah menginisiasi serangkaian acara luring berkonsep hybrid, bertajuk Bali In Your Hands Road to Harbolnas: Meningkatkan Kapasitas Digital dan Peluang Ekspor bagi Usaha UMKM Bali. Tentu hal tersebut sangat kami apresiasi dalam kaitan digitalisasi UMKM,” bebernya.

Keberadaan komunitas yang aktif semacam itu, secara tidak langsung juga disebut sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sehingga ketika terjadi kendala, bisa dikomunikasikan dengan pihaknya untuk kemudian difasilitasi. “Misalnya ada ketidakpahaman soal PIRT dan BPOM. Kaitan dengan itu maka kami bisa mengundang pihak terkait untuk memberikan penjelasan,” imbuhnya.

Terpisah selaku salah satu inisiator Bali In Your Hands, Rahmi Fajar Harini mengakui pentingnya kemampuan digital marketing. Meski disadari hal tersebut bukanlah hal mudah.

“Pivot ke digital itu memang tidak mudah. Karena skill-nya beda sekali. Sehingga perlu berulang kali diingatkan dan dimotivasi itu sebuah keharusan. Kalau tidak, tentu akan di situ-situ saja. Setidaknya sekarang itu ganti WhatsApp ke WhastsApp Business,” sebutnya.

Di samping digitalisasi, ketidakpahaman soal dokumen-dokumen perizinan juga disebut kerap menjadi sebuah kendala. Sehingga ke depan, DiskopUKMP diharapkan bisa memberikan bimbingan dan memfasilitasi. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + fifteen =