
TABANAN – Tragis benar nasib I Nyoman Mastra (58) alias Nang Oman warga Banjar Serason, Desa Pitra, Penebel, Tabanan yang tinggal di Banjar Dukuh, Dalung, Kuta Utara. Pamit pada istri cukur rambut, justru ditemukan tewas mengambang di Tukad Yeh Panan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Selasa (16/11/2021).
Mayat Nang Oman yang dikenal sebagai seorang arsitek ini ditemukan pertama kali saksi I Made Parwana (42) warga Sanggulan yang hendak berburu, sekitar pukul 09.30 WITA di Tukad Yeh Panan Barat Pura Kepuh Kembar, Sanggulan. Penemuan tersebut disampaikan kepala Kaling Sanggulan yang diteruskan kepada Polsek Kediri.
Berdasarkan laporan tersebut, petugas dari Polsek Kediri, Reskrim Polres Tabanan dan BPBD Tabanan terjun ke lokasi. Evakuasi mayat korban cukup alot karena lokasi yang berada di sungai dengan tebing curam. Bahkan untuk evakuasi, petugas gabungan terpaksa dibawa agak ke selatan dengan ditarik di sungai dan baru bisa dievakuasi ke arah Banjar Pangkung Prabu Timur TMP Pancaka Tirta sekitar pukul 14.00 WITA. Selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Tabanan.
Awalnya petugas tidak berani memastikan kalau mayat yang ditemukan tersebut adalah Nang Oman yang dikenal sebagai budayawan ini. Begitupun dengan pihak keluarga yang juga datang ke lokasi. Namun dari ciri fisik pada tangan, brewokan serta pakaian yang dikenakan maupun cincin kawin, mengarah pada Nang Oman. Kepastian baru diketahui setelah istrinya datang ke rumah sakit dan memastikan mayat tersebut suaminya.
“Berdasarkan ciri-ciri dan kesaksian istri, dipastikan mayat tersebut adalah Nyoman Mastra alias Nang Oman yang dilaporkan meninggalkan rumah di Polsek Kuta Utara, Badung,” jelas Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia.
Sementara menurut penuturan , salah seorang warga Rumiatin yang kebetulan berjualan kopi dekat jembatan Tukad Yeh Panan mengatakan, Sabtu (14/11/2021) sekitar pukul 22.30 WITA, korban Nang Oman datang dari arah Denpasar jalan kaki. Kepada pemilik warung korban mengaku motornya rusak, namun tidak dijelaskan lokasi lokasi.
“Dia mengaku mau ke Al amin (Yayasan) katanya ada teman, mau diantar, namun tidak mau,” jelas Rumiatin didampingi saksi lainnya Masruroh (38) yang juga pemilik warung.
Korban yang mengenakan baju kaos putih, celana putih gombyong serta sepatu kets putih minum kopi di warung saksi. Uniknya korban membawa uang cukup banyak pecahan Rp 100 ribuan dan Rp 50 ribuan.
“Uangnya banyak, seratusan dan lima puluh gitu,” ucap saksi.
Setelah ngopi, pria yang suka berpuisi ini kemudian menuju arah jembatan dan bolak balik. Kepada saksi lain dia mengaku sudah ditunggu temannya. Namun korban justru menunjuk arah jembatan. Bahkan korban saat itu, duduk jembatan sambil mencabut rumput dan dibuang ke sungai.
“Kami tidak terus mengawasi, tidak tahu apakah yang bersangkutan pergi atau loncat. Tahu-tahunya tadi ada informasi penemuan mayat, saya bersyukur sudah ditemukan,” ucap saksi lagi.
Sebelumnya dari postingan istrinya di akun media sosial milik Nang Oman sendiri menyebutkan Nang Oman pamit mau cukuran di dekat rumahnya, Sabtu (14/11/2021) sekitar pukul 14.00 WITA. Korban tidak membawa dompet maupun HP. Kemudian istrinya sembahyang ke Besakih. Istrinya masih melihat suaminya di tukang cukur. Keesokan harinya, ternyata korban tidak ada di rumah. Dari keterangan di lokasi bercukur, disebutkan korban memesan ojek online dan bilang mau ke Tabanan. Karena tidak juga pulang, kemudian diposting di media sosial sebelum akhirnya melapor ke Polsek Kuta Utara.
Lain lagi cerita kerabatnya yang langsung datang ke lokasi penemuan mayat korban. Kerabatnya mengaku ketemu terakhir dengan korban saat Hari raya Galungan lalu dan kondisi seperti biasa. Namun memang mengaku kurang enak makan.
“Saya sempat ngobrol bareng Pak Man (korban), kemudian balik ke Badung ,” sebut pria yang mengaku ponakan korban di lokasi.(jon)








