
BULELENG – Hujan deras yang mengguyur seantero Buleleng, Senin (15/11/2021) sore hingga malam pukul 20.00 wita, tak hanya mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan perumahan di wilayah Kota Singaraja tergenang air alias banjir. Derasnya hujan juga mengakibatkan pohon Jambu Mente tumbang dan menutup ruas jalan jurusan Kubutambahan-Kintamani.
“Bencana pohon tumbang di wilayah Desa Bengkala terjadi Pukul 16.20 wita, saat hujan deras mengguyur Kubutambahan. Besarnya pohon yang tumbang, mengakibatkan arus lalulintas terhalang,” ungkap Camat Kubutambahan, Made Suyasa, Senin (15/11/2021) malam usai evakuasi.
Suyasa mengungkapkan, berkat kesigapan dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) Kabupaten Buleleng, pohon tumbang dapat ditangani dalam kurun waktu kurang dari 1 jam. “TRC BPBD dibantu warga masyarakat dan aparat TNI/Polri, berhasil membuka jalur lalulintas yang sempat memacetkan arus lalulintas akibat terhalang pohon tumbang,” tandasnya.
Suyasa menambahkan, selain pohon tumbang juga terjadi bencana puting beliung atau ucur-ucur yang menerjang serta menerbangkan atap rumah milik Gede Bagiada dan Made Witarstra di Banjar Dinas Kubuanyar Desa/Kecamatan Kubutambahan.
Bencana Puting Beliung ini, menurut Suyasa, terlihat sekitar pukul 17.00 wita saat warga masyarakat Desa Kubutambahan melaksanakan Ritual Upacara Penglebar dan Ngantukan Ida Ratu Ayu Dalem Solo di seputaran Pantai Pura Dalem Puri Kubutambahan.
“Sekitar Pukul 17.00 wita, warga melihat gumpalan awan menarik air laut di kawasan Pantai Kubutambahan, angin berputar menerjang rumah nelayan di wilayah Segara Kubuanyar, menerbangkan atap rumah milik Gede Bagiada dan Made Witastra, serta merobohkan gudang penyimpanan alat nelayan,” tandas Suyasa seraya menyebutkan tidak ada korban jiwa pada musibah ini. (kar,dha)








