BADUNG – Curah hujan di Bali diperkirakan mengalami peningkatan mulai November 2021 hingga Januari 2022 karena potensi hadirnya La Nina berintensitas lemah-sedang.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Dwi Hartanto pada Selasa 19 Oktober 2021 mengatakan, perkiraaan tersebut berkaca dengan La Nina pada 2020 yang setelah dikaji diketahui adanya peningkatan curah hujan pada November-Desember-Januari di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan.
“La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 – 70% di atas normalnya,” ujarnya mengutip siaran pers BMKG.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaannya terhadap potensi lanjutan dari tingginya curah hujan yang mampu memicu bencana hidrometeorologi. “ Kami berharap agar bersiap untuk segera melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, ataupun terjadinya badai tropis,” harapnya.
Informasi peringatan kewaspadaan terhadap datangnya La Nina itu jelang akhir tahun sudah disampaikan belum lama ini oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Peringatan dikeluarkan berdasarkan hasil monitoring perkembangan data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.
“Kondisi inilah yang berpotensi terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut hadirnya La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022,” pungkasnya. (adi)








