Bupati Buleleng Dorong Digitalisasi Koperasi

0
125
Bupati Buleleng Agus Suradnyana buka pelatihan digitalisasi koperasi

BULELENG – Pembukaan Pelatihan Teknis Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi, tidak hanya dimanfaatkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk mengingatkan agar pelatihan tidak bersifat serimonial atau hanya untuk menghabiskan anggaran. Momentum pelatihan selama 3 hari dan diikuti pelaku koperasi juga dimanfaatkan untuk mendorong koperasi yang bergerak pada sektor riil agar mengikuti era kekinian, salah satunya menerapkan digitalisasi dalam segala bidang pada Era Revolusi Industri 4.0.

“Pandemi memang sudah melandai, namun perekonomian sangat terguncang dengan pandemi. Oleh karena itu, digitalisasi dalam segala bidang sangat perlu dilakukan khususnya oleh koperasi,” tandas Bupati Suradnyana, Selasa, 12 Oktober 2021 saat membuka pelatihan yang digelar DP2K dan UKM Kabupaten Buleleng di Puri Shatron – Lovina.

BACA JUGA:   Ratusan Ribu Peserta Bergabung V-Convention Connect Terbesar QNET

Bupati Suradnyana menandaskan, sendi-sendi perekonomian sangat terganggu dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga kondisi saat ini pelan-pelan harus diperbaiki.

“Pelatihan yang digelar Disdagperinkop UKM ini tentu ada hubungan dengan pasca pandemi nantinya. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pelaku koperasi di Buleleng mengikuti era kekinian. Mengikuti cepatnya dunia di Era Revolusi Industri 4.0 dengan pelatihan digitalisasi utamanya pada pemasaran produk, penggunaan marketplace dan juga cara memasarkan produk,” tegasnya.

Produk yang dipasarkan pun bisa dimulai dari yang sederhana terlebih dahulu, yakni produk yang menjadi keunggulan Buleleng dapat menjadi pilihan untuk dipasarkan melalui digitalisasi.

BACA JUGA:   Cegah Klaster Ibadah, Polres Buleleng 'Plototi' Sejumlah Pura

“Dengan memanfaatkan marketplace yang ada. Jika hanya mengikuti produk yang sudah dipasarkan dari luar daerah, tentu sulit untuk bersaing,” tukasnya.

Kesulitan itu, kata Suradnyan diakibatkan dari beberapa faktor, misalnya produk tidak memiliki sertifikasi halal dan tidak memakai bahan pengawet.

“Oleh karena itu, saya mendorong untuk memasarkan produk keunggulan Buleleng terlebih dahulu agar bisa lebih bersaing,” tandas Bupati Suradnyana dibenarkan Kepala DP2K dan UKM Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiartha.

Selaku Kepala DP2K dan UKM, Sudiartha menandaskan pelatihan dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi pelaku atau pengelola koperasi tentang tata kelola koperasi yang baik.

“Dari sisi kelembagaan dan tata kelola keuangan yang transparan, kemudian pelatihan pengembangan usaha dan aspek usaha. Pelatihan sampai tanggal 14 Oktober nanti, kami fokus pada koperasi-koperasi yang bergerak di sektor riil, termasuk juga di dalamnya dari sisi aspek permodalan. Karena mereka perlu juga melakukan perluasan akses keuangan untuk bisa mendukung kelangsungan usaha,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 12 =