
DENPASAR – Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat 8 Oktober 2021. Kedatangan kepala negara bersama pejabat kementerian untuk mengecek kesiapan penyelenggaraan KTT G-20.
Sekitar 1.366 personel gabungan TNI/Polri disiagakan mengamankan kunjungan Presiden Jokowi. Memastikan kesiapan personel, Kodam IX Udayana selaku Komando Operasi Pengamanan (Koops Pam) wilayah Bali dan Nusa Tenggara melaksanakan apel gelar pasukan pengamanan VVIP di lapangan Makorem 163/Wira Satya, Kamis 7 Oktober 2021 pagi.
Bertindak selaku pimpinan apel, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf saat membacakan amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menginstruksikan setiap unsur yang terlibat pengamanan harus siap dan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. “Segala sesuatu yang terkait dengan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengamanan VVIP ini harus selalu kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius. Tidak ada istilah ini sebagai kegiatan rutinitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan dan memastikan sinergitas serta kerja sama antar unsur pengamanan berjalan dengan baik dan tidak boleh terjadi kesalahan sekecil apapun. “Apel gelar pasukan seperti ini sangat perlu dilakukan untuk mengecek tingkat kesiapan Satgas Pengamanan VVIP sehingga dalam menjalankan tugas semua sesuai prosedur tetap (protap) pengamanan VVIP yang berlaku,” ujarnya.
Ditemui usai apel, Brigjen TNI Husein Sagaf menyebut pengamanan difokuskan pada empat titik yaitu Bandara Ngurah Rai, Mangrove Information Center, Kantor Gubernur yang dijadikan tempat untuk memberikan arahan kepada Forkompimda, dan BNDCC.
“Rangkaian kegiatan ini kurang lebih 5 sampai 6 jam. Semuanya sudah kita antisipasi. Ribuan personel yang dikerahkan menjaga semua titik, baik venue-venue maupun rute yang dilalui RI 1,” ungkapnya sembari berharap dukungan semua pihak dan masyarakat agar kegiatan kunjungan presiden dapat berjalan aman dan lancar. (dum)








