
JEMBRANA-Diterjang angin linus (angin topan), sejumlah rumah warga di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara Kamis 23 September 2021 porak poranda. Kejadian angin menerjang wilayah pemukiman, sekaligus di pantai yang mengalami abrasi berkepanjangan terjadi dini hari.
Warga yang tengah terlelap tidur, dibuat terbangun oleh suara gemuruh dari arah laut selatan. Angin berputar langsung menerjang perumahan warga yang berada di pesisir Pebuahan. Warga yang mengetahui datangnya angin, berlarian mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman. Angin linus yang berlangsung dalam sekejap dan disaat warga tidur lelap, menimbulkan kerusakan di atap dan kayu-kayu penyangga bangunan.
Sebanyak 8 KK yang rumah tinggalnya mengalami kerusakan rata-rata di bagian atap yang terbuat dari genteng dan asbes. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Rumah warga yang rusak, penghuninya memilih bertahan di ruangan yang tak mengalami kerusakan. Sedangkan yang rumahnya rusak berat, memilih berlindung di rumah tetangga yang selamat dari amukan angin.
Perbekel Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono membenarkan kejadian angin linus. Dari pendataan yang dilakukan bersama prangkat desa, terdapat 8 rumah yang mengalami kerusakan.
“Kejadian angin linus terjadi, tengah malam saat warga sebagian tertidur, beruntung tidak ada korban jiwa, hanya 8 rumah mengalami kerusakan, sembari data rumah warga yang rusak, sudah diteruskan keBPBD Jembrana, dengan harapan para warga bisa diberi bantuan,” katanya. (ara)








