Dinyatakan Lengkap, Polisi Limpahkan Kasus Pencabulan ABG Kepada JPU

0
685
Kapolres Buleleng AKBP Andrean geber kasus pencabulan anak dibawah umur oleh tersangka Open

BULELENG – Sempat mandeg 7 bulan, berkas perkara dugaan persetubuhan dan perbuatan cabul yang diduga dilakukan tersangka berinisial Dewa AID alias Open (23) beralamat di Desa Tista, Kecamatan Busungbiu akhirnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa Panuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buleleng.

Guna proses hukum lebih lanjut, penyidik Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng telah melaksanakan pelimpahan tahap II, berkas perkara, barang bukti serta tersangka kepada JPU.

“Setelah dinyatakan lengkap, hari ini penyidik Unit PPA Satreskrim melaksanakan penyerahan tahap II, tersangka, barang bukti serta berkas perkara, terkait Laporan Polisi No : LP-B/33/III/2021/Bali/Res Buleleng tertanggal 29 Maret 2020,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP Andrean Pramudianto, Senin, 13 September 2021 di Mapolres Buleleng.

BACA JUGA:   Torehkan Delapan Medali, Atlet Wushu Klungkung Sukses di Kejuaraan Nasional

Didampingi Kasatreskrim AKP Yogie Pramagita dan Kasi Humas IPTU Gede Sumarjaya, Kapolres Andrean menandaskan, penyerahan tahap II dilakukan setelah penyidik Unit PPA Satreskrim melengkapi petunjuk JPU atas perkara dugaan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap korban seorang anak gadis berusia 12 tahun.

“Minimnya saksi, bukti pendukung serta waktu kejadian dan pelaporan yang cukup lama, membuat penyidik memerlukan waktu untuk menentukan peristiwa pidana yang terjadi. Sesuai petunjuk JPU, penyelidikan dapat ditingkatkan ke proses penyidikan setelah dilakukan upaya paksa pemanggilan saksi dan pengumpukan barang bukti,” jelas Kapolres Andrean seraya menyebutkan berdasarkan bukti permulaan yang cukup penyidik menetapkan terduga pelaku Dewa AID (23) sebagai tersangka.

BACA JUGA:   Tabanan Konsen Pertanian, Wabup Edi Minta Terapkan SOP Pertanian

Kapolres Andrean menandaskan, dalam proses penyidikan dan sesuai keterangan saksi serta barang bukti antara lain berupa visum et repertum, 1 potong baju terusan merah muda, 1 potong celana dalam warna ungu, serta 1 potong BH warna hitam, tersangka Dewa AID mengakui perbuatannya.

“Tersangka mengakui perbuatannya, menyetubuhi korban sebanyak dua kali, yang pertana tanggal 8 Juli 2020 dan yang kedua 18 November 2020 dengan cara memaksa, sehingga korban merasa sakit dan melarikan diri setelah disetubuhi,” terangnya.

BACA JUGA:   Koster : Penerapan Protokol Kesehatan ,Kerta Gosa Dan Monumen Puputan Sudah Siap

Atas perbuatannya, Open dipersangkakan telah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan persetubuhan, sebagaimana dimaksud pasal 81 atau pasa 82 UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 4 =