
TABANAN – Meski pemerintah pusat masih menetapkan Bali secara keseluruhan masuk PPKM level empat, namun ada kelonggaran-kelonggaran yang diberikan dengan keluarnya SE Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021. Seperti halnya akomodasi pariwisata dan obyek wisata diberikan buka dengan kapasitas 50 persen dengan penerapan prokes ketat. Bahkan DTW juga dilengkapi barcode scan pedulilindungi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Tabanan I Wayan Kotio ketika dikonfirmasi mengatakan terkait SE Gubernur tersebut, Bupati Tabanan juga telah mengeluarkan surat edaran (SE)) Nomor 517/17/BPBD tertanggal 7 September 2021 terkait pembukaan obyek wisata secara terbatas dengan prokes yang ketat. “ Sudah tadi (kemarin) keluarnya (SE Bupati), hari ini DTW atau obyek wisata lainnya sudah bisa buka,” ungkap Kotio, Rabu 8 September 2021.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada terkait diperbolehkannya obyek wisata dibuka secara terbatas. Begitupun kewajiban obyek wisata menyediakan barcode aplikasi pedulilindungi untuk mengecek setiap pengunjung sudah divaksin minimal dosis pertama. “Saya sudah sosialisasikan ke setiap obyek wisata, untuk mengunduh aplikasi pedulilindungi untuk mendapatkan barcode,” jelasnya.
Keluarnya surat ederan ini membuat para pengelola obyek wisata di Tabanan sumringah. Hal ini memberikan harapan bagi mereka untuk kembali menggeliat meski masih terbatas 50 persen. Setelah mereka tutup hampir dua tahun.
Seperti diungkapkan Plt Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana. Diapun mengaku sangat senang adanya kebijakkan pembukaan obyek wisata. Bahkan pihaknya juga sudah bersiap menyambut kedatangan wisatawan dengan sarana prokes yang ketat. Selain itu, pihaknya juga sudah mendpatkan barcode dari aplikasi pedulilindungi untuk mengecek pengunjung apakah sudah divaksinasi atau tidak.
“Ini berita bagus buat kami setelah lama tidak buka,” sebutnya.
Untuk barcode aplikasi pedulilindungi memang sudah diurus sejak sebelum sebelumnya dan juga sudah diujicobakan terutamaa di gate masuk ke obyek.
“Ini merupakan salah satu prasyarat, kami sudah siapkan,” tandasnya didampingi bidang promosi Ni Made Suarniti.
Diakui, dengan pembukaan ini , harapannya pengunjung bisa datang. Pasalnya sebelumnya karena pemberlakukan PPKM, pihaknya terpaksa menutup obyek.
“Bahkan kami terpaksa memutar balik wisatawan yang datang. Padahal banyak juga yang datang terutama di Hari Sabtu dan Minggu,” akunya.
Hal senada disampaikan manajer operasional DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika. Diapun mengaku sangta gembira dengan kebijakan pembukaan obyek. Pihaknya juga sudah siap dengan sarana prokes dan SOP selama berkunjung.

“Kami sudah siap menerima kedatangan wisatawan. Ini kabar menggembirakan bagi kami,” katanya.
Begitupun dengan DTW Jatiluwih. Manager Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa juga mengatakan telah menerima informasi dari penerbitan SE Bupati Tabanan terbaru tersebut. Hanya saja, pihaknya saat ini masih belum membuka Jatiluwih mengingat masih ada sejumlah persiapan. Pihaknya akan membuka obyek wisata yang memiliki ratusan hektar hamparan sawah terasering ini mulai besok.
“Kami buka mulai besok (Kamis), hari ini belum buka,” ungkapnya. (jon)








