
BADUNG – Berpatokan dengan perhitungan soal pembagian jumlah cabang olahraga (cabor) dibagi kepada 9 kabupaten dan kota seluruh Bali, KONI Badung menetapkan cabor yang menjadi bagiannya untuk digelar maksimal 5 abor saja. Itupun jika cabor yang digelar sekitar 45 cabor pada Porprov Bali XV/2022 secara gotong royong.
“KONI Badung ikuti saja aturan KONI Bali nantinya apakah itu diundi atau apa terserah saja, pastinya kami tidak ada permintaan cabor apa digelar di Badung. Jelasnya kira-kira kita dapat 5 cabor untuk digelar. Cabor mana diberikan KONI Bali akan kami terima,” jelas Ketua Umum KONI Badung I Made Nariana usai mendampingi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat melepas atlet Badung ke PON Papua, Selasa 7 September 2021.
Lantas bagaimana jika ada daerah yang tidak siap menggelar cabor apakah Badung akan menerima cabor itu? Mantan Ketua PWI Bali itu tetap pada keputusannya hanya menggelar sekitar 5 cabor saja. Pertimbangannya karena yang ngotot menggelar Porprov ali 2022 kabupaten/kota lainnya dan bukan Badung.
“Malah kami kan maunya diundur lagi Porprov Bali. Jadi semua tergantung dari Provinsi Bali dan KONI Bali saja kalau bisa ada panitia dari Pemprov Bali dan KONI Bali,” tambah Nariana.
Disebutkannya juga, seharusnya saat ini Porprov Bali 2022 sudah ada keputusan dari Gubernur Bali. Sayangnya sampai saat ini belum ada dan masih gabeng apakah Porprov Bali 2022 di gelar atau tidak.
“Ini terkait dengan pengajuan anggaran KONI kabupaten/kota seluruh Bali ke pemerintahnya masing-masing. Kalau kami sudah mengajukan sesuai kondisi sekarang ini. Tujuan adanya keputusan Gubernur soal gelaran Porprov Bali itu sendiri sangat penting agar pengajuan dana KONI kabupaten/kota bisa lancar. Kalau belum jelas seperti ini kan jadinya kita semua berspekulasi apakah digelar atau tidak,” tukas Nariana. (ari)








