
DENPASAR – KONI Bali memastikan semua peralatan cabang olahraga (cabor) bantuan KONI Bali dihibahkan ke Pengprov cabor. Penegasan ini terkait dengan masih adanya pertanyaan atlet terkait penggunaan peralatan setelah gelaran PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua pada 2-15 Oktober mendatang.
“Status peralatan menjelang PON Papua ini masih hak guna pakai oleh cabang olahraga (cabor). Nanti setelah PON pastinya peralatan itu kami serahkan sebagai pemberian hibah KONI Bali ke pengprov cabor. Silahkan pengprov cabor yang mengaturnya. Karena tidak mungkin peralatan yang kami hibahkan harus kembali ke kami karena untuk apa ditaruh di KONI Bali kalau tidak dipakai,” kata Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Minggu 29 Agustus 2021.
Lantas bagaimana dengan peralatan yang kecil-kecil seperti diantaranya raket atau stik biliar, apalagi jika dana peralatan itu ditambah nilainya sendiri oleh atlet untuk membeli peralatan sesuai keinginan atlet ?
“Kalau memang ada peralatan kecil dalam arti nilainya tidak besar seperti contoh kecil seperti raket atau biliar bahkan sampai yang besar seperti matras atau lainnya, tetap intinya itu semuanya Pengprov cabor yang mengaturnya. Apakah diberikan ke atlet secara cuma-Cuma nantinya atau tidak,” papar Suwandi.
Artinya, setelah PON Papua dan setelah KONI menghibahkan peralatan itu ke Pengprov cabor, silahkan atlet itu berurusan dengan pengprov cabornya masing-masing.
“Namanya saja KONI Bali sudah menghibahkan jadi itu sudah bukan hak KONI Bali lagi melainkan hak Pengprov cabor,” jelas Suwandi.
Sedangkan soal adanya pertanyaan terkait pajak dari total dana peralatan itu, Ketua Umum yang sudah memimpin KONI Bali dua periode itu menjelaskan jika semua pajak ditanggung Pengprov cabor dari dana peralatan itu sendiri. (ari)








