
TABANAN – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak melakukan monitoring dan peninjauan pembangunan pompa hydram untuk irigasi untuk subak Lanyah Delod Jalan Desa Tangguntiti, Kecamatan. Selemadeg Timur, Jumat, 20 Agustus 2021. Kehadiran Pangdam disambut Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan bersama Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto dan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra di Banjar Yeh Malet, Desa Belumbang, Kerambitan.
Dalam peninjauan Pangdam IX/Udayana tersebut, masyarakat yang merupakan anggota subak Lanyah Delod Jalan Desa Tangguntiti dan Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur bersama anggota TNI sedang melakukan gotong royong pengecoran lokasi penempatan pompa Hydram yang berada di aliran sungai Yeh Ho.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya membuat pompa hydram selain air bersih juga untuk pengairan sawah. Karena masih ada masyarakat petani yang mengandalkan tadah hujan untuk bertani.
“Maka ini sebagai pilot project yang bukan hanya nyoba-nyoba yang tidak terencana, tetapi kami sudah buktikan bahwa air bersih itu sudah berjalan semua dan untuk irigasi sudah ada yang jalan di NTT, kami juga akan coba disini,” ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya pada awalnya membuat pompa hydram untuk air bersih dari sumber-sumber air naik ke atas. Di Bali juga sudah membuat 16 titik pompa hydram untuk air bersih. Di dalam perjalanan tersebut, ternyata di Bali ini ada juga ada sawah yang mengandalkan tadah hujan untuk bertani dan di daerah tersebut ada sungai dan sangat pas untuk pemasangan pompa hydram.
“Ini kami coba semaksimal mungkin untuk mendukung masyarakat, pemerintah daerahya juga sudah mengikuti ini dan juga melihat ini. Mudah-mudahan bisa membantu,” harap Pangdam IX/Udayana.

Sebagai wakil dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, Wabup Edi Wirawan sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dibangun Pangdam IX/Udayana serta Dandim 1619/Tabanan beserta jajaran di Desa Tanguntiti.
“Ini adalah langkah yang luar biasa untuk bagaimana kita di Tabanan dengan basis pertanian bisa sangat dibantu sekali terutama di daerah kami yang sulit tentang air ini di Desa Tanguntiti,” ujarnya.
Dia juga mengatakan petani setempat sangat antusias sekali dengan proyek pompa hydram ini yang terlihat dari semangat gotong-royong para petani dalam mendukung pembangunan pompa hydram.
“Mudah-mudahan ini bisa mengantisipasi, sehingga petani akan merasa lega bisa menanam padi dengan baik tanaman yang lain juga tanpa mengandalkan tadah hujan lagi,” imbuh Wabup Edi.
Sementara pekaseh Subak Lanyah Delod Jalan I Ketut Sunarta sangat berterima kasih dengan adanya program pompa Hydram untuk irigasi pertanian di wilayahnya. Selama ini kata Sunarta, 220 hektar areal sawah Subak Lanyah Delod Jalan milik 397 petani, hanya menghandalkan hujan atau sawah tadah hujan dan natak tiis ketika akan menanam padi. Selebihnya mereka menanam jagung sejak tahun 2010 silam.
“Kami selama ini hanya bisa menanam padi satu kali ketika musim hujan, selebihnya menanam jagung. Dengan adanya Pompda Hydram bantuan dari Bapak Pangdam, maka air akan ada sepanjang tahun,” ucapnya.
Nantinya pompa hydram tersebut mampu mengalirkan air sebanyak 2,5 liter perdetik sepanjang tahun yang diperkirakan mencukupi untuk mengairi 220 hektar areal sawah Subak Lanyah Delod Jalan. (jon)








