
TABANAN – Ketika mendaki gunung harus mempersiapkan fisik dan mental dengan baik, agar tidak mengalami musibah. Seperti dialami seorang pendaki I Made Widiatmaja (52) asal Manguntur, Batubulan, Gianyar dan hendak melakukan persembahyangan di Puncak Gunung Batukau, Penebel atau lebih dikenal dengan sebutan Pucak Kedaton.
Dia merasakan kakinya sakit sebelum mencapai puncak. Bahkan untuk turun juga tidak mampu sehingga terpaksa harus dievakuasi tim Basarnas Bali dan BPBD maupun Polsek Penebel turun dengan cara ditandu.
Evakuasi dilakukan tim gabungan Basarnas , BPBD dan Polsek Penebel tuntas dilakukan sampai pukul 06.30 WITA, Rabu 18 Agustus 2021. Yang bersangkutan tiba selamat di Pura Bujangga Jatiluwih dan telah mendapatkan perawatan. Setelah beristirahat sejenak, kondisinya membaik, korban bersama rombongannya yang berjumlah sebanyak 58 orang melanjutkan perjalanan ke Denpasar.
“Kondisinya selamat, namun sata turun harus ditandu,” jelas Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana dikonfirmasi Rabu 18 Agustus 2021
Dijelaskan, korban mesti dievakuasi lantaran mengalami kelelahan saat mendaki lereng Gunung Batukaru untuk melakukan persembahyangan bersama di Pura Pucak Kedaton.
“Korban tidak dapat melanjutkan perjalanan karena mengalami kelelahan dan sakit kaki,” jelasnya.
Dijelaskan, korban bersama 57 rekannya dari kelompok spiritual Pasemetonan Bayu Wisesa Kesiman Denpasar melakukan pendakian Gunung Batukau untuk bersembahyang di Pura Luhur Pucak Kedaton, di Puncak Gunung Batukau, Penebel. Mereka berangkat Selasa 17 Agustus 2021 sekitar 05.00 WITA dari jalur Jatiluwih, Penebel melalui Pura Taksu Agung bertepatan dengan Hut ke 76 RI.
Sebelum mencapai puncak salah satu pendaki I Made Widiatmaja tidak kuat karena kakinya sakit. Kemudian dia berhenti ditunggui tiga temannya. Sementara rekannya yang lain sebanyak 54 orang melanjutkan pendakian dan sampai di Pura Pucak Kedaton.
Usai sembahyang, 54 orang ini kembali dan turun dijalur yang sama. Mereka kembali bertemu dengan Widiatmaja dan tiga rekannya dan sempat beristirahat sejenak. Kemudian 54 orang melanjutkan perjalanan pulang dan tiba di Pura Bujangga. Dan empat lainnya masih di lokasi.
Ternyata Widiatmaja sama sekali tidak mampu melakukan perjalanan turun bahkan sampai Rabu dinihari sekitar pukuk02.50 WITA. Widiatmaja kemudian menghubungi istrinya Desak Ketut Candra Wati mengatakan tidak bisa turun.
“Mereka kemudian minta bantuan dan akhirnya tim gabungn melakukan penjemputan dan membawa turun dengan ditandu,” pungkas Kapolsek Artadana. (jon)








