
BADUNG – Dilantik awal Juni 2021, pengurus baru Sekaa Teruna Yowana Werdhi Sentana (STYWS) Banjar Angas Sari Ungasan, Kuta Selatan, Badung, menjalankan program peduli lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi biodiesel.
Minyak jelantah dikumpulkan dari rumah tangga, pedagang, maupun pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dan dihargai Rp 3.000 untuk satu liter. “Uji coba tahap pertama pada 8 Agustus lalu terkumpul 11 liter minyak jelantah dari warga,” kata Ketua STYWS Kadek Rocky Jakakomara via telepon, Rabu 11 Agustus 2021.
Minyak jelantah yang terkumpul diserahkan kepada Sinar Bali Menghijau (SBM) kemudian dikirim ke Jakarta untuk diolah. Apabila berjalan lancar, maka akan dijadikan program kerja tetap STYWS karena banyak manfaat yang dapat diterima dari pengolahan minyak jelantah. Selain menjaga lingkungan, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
“Kami tertarik melaksanakan program kerja ini karena melihat banyak ibu-ibu rumah tangga yang membuang minyak jelantah sembarangan tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Banyak juga yang menggunakan minyak berulang kali tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan keluarga,”ungkapnya sembari berharap ke depannya Bali bisa mengolah sendiri biodisel dari minyak jelantah. (adi)








