
BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Satgas-PP Covid-19 terus menggenjot upaya vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity, minimal 70 persen penduduk sehat atau sudah tervaksinasi. Untuk mencapai 100 persen dari target sasaran, nampaknya sulit dicapai karena berbagai kendala di lapangan.
Selain vaksinasi dosis I bagi warga masyarakat tercecer, Tim Medis Satgas-PP Covid-19 juga mulai memasifkan vaksinasi dosis II dan dosis II bagi tenaga kesehatan (nakes).
“Percepatan vaksinasi terus kami lakukan sejak 28 Juli 2021 dengan mengerahkan seluruh potensi baik fasilitas kesehatan (faskes) maupun tenaga kesehatan serta tim vaksinator TNI/Polri,” ungkap Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Rabu, 4 Agustus 2021.
Suyasa memaparkan, dengan adanya bantuan sebanyak 240 vial Vaksin Moderna dari Pemprov Bali, vaksinasi dosis I sampai dengan Rabu, 4 Agustus 2021 sudah mencapai 82 persen atau 474.369 dari 578.549 target Herd Immunity.
“Sementara vaksinasi dosis II sudah mencapai 13,66 persen atau 79.025 dari 578.549 target Herd Immunity,” urainya.
Vaksinasi dosis III bagi tenaga kesehatan yang dilaksanakan sesuai kajian Kementerian Kesehatan, sampai saat ini sudah mencapai sebanyak 347 orang.
“Sesuai kajian kementerian kesehatan, nakes yang sudah vaksin dua kali masih juga terpapar, maka diberikan untuk yang ketiga. Dan ini hanya untuk nakes, tidak boleh diberikan kepada siapapun,” tegasnya.
Terkait target 100 persen dari sasaran, Suyasa menyatakan sesuai hasil evaluasi sulit dicapai. Selain karateristik masyarakat yang beragam, banyak warga masyarakat Buleleng yang berdomisili di luar Kabupaten Buleleng.
“Capaian vaksinasi tidak akan sampai 100 persen, banyak warga masyarakat Buleleng yang tidak tinggal atau berdomisili di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Dari catatan Satgas-PP Covid-19, kurang lebih 45.000 warga Buleleng tidak berdomisili di desanya.
“Ini laporan dari camat, kemungkinan besar warga Buleleng ada yang sudah divaksin di luar Kabupaten Buleleng,” jelasnya.
Suyasa berharap target 100 persen bisa dicapai melalui laporan warga dan koneksitas aplikasi vaksinasi dengan administrasi kependudukan nasional. (kar)








