Obat Covid-19 di Buleleng Kosong

0
242
sidak apotek
Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra bersama Forkompinda sidak apotik dan toko obat

BULELENG – Sejumlah obat untuk penanganan medis pasien Covid-19 di Kabupaten Buleleng, kosong. Selain tidak ada pasokan, apotik maupun toko obat juga enggan bahkan tidak berani membeli obat dari distributor karean harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dari hasil sidak yang kami lakukan bersama Anggota Forkompida Buleleng pada sejumlah apotik maupun toko obat, memang terjadi kelangkaan obat untuk Covid-19 dan harganya gila-gilaan sebagaimana dikeluhkan warga masyarakat,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Kamis, 15 Juli 2021.

BACA JUGA:   Diamankan Saat Trek-Trekan, Pemilik Motor Digiring, Diminta Push Up Dan Lafalkan Pancasila

Wabup Sutjidtra menandaskan, dari hasil sidak juga ditemukan beberapa jenis obat antibiotik, anti virus dan vitamin yang dibutuhkan untuk penanganan pasien Covid-19 kosong.

“Kekosongan obat ini, menurut pengelola apotik maupun toko obat, karena tidak ada pasokan dari distributor dan harganya juga gila-gilaan. Sehingga, pengelola apotik tidak berani mengambil (membeli,red) karena harganya melebihi HET yang ditetapkan pemerintah,” terangnya.

Hal ini yang akan dibahas dengan Forkompinda dan segera dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk disikapi.

BACA JUGA:   Palak Pedagang Pasar, Dua Anggota Ormas Ditangkap

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa dan Kajari Buleleng Putu Gede Astawa. Anggota Forkompinda Buleleng dari unsur Criminal Justice System ini menegaskan, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan serta ketentuan hukum yang berlaku, kelangkaan obat serta harga yang tidak sesuai HET ini akan terus diawasi bahkan diselidiki.

“Terhadap oknum yang diketahui dan terbukti melakukan penimbunan atau mempermainkan harga obat-obatan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, pasti ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Kapolres Subawa dibenarkan Kajari Astawa.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 6 =