
BULELENG – Satgas-PP Covid-19 Buleleng juga mulai memusatkan isolasi pasien terkonfirmasi dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) pada Asrama Undiksha Singaraja dan sejumlah hotel. Selain itu juga terus menggejot vaksinasi untuk mencapai herd immunity 70 persen.
“Dengan pertimbangan OTG Mandiri tidak maksimal, mulai hari ini 432 pasien OTG-GR, isolasinya kami pusatkan pada Asrama Undiksha Jinengdalam dengan kapasitas 40 kamar 2 tempat tidur. Sisanya sekitar 80 orang isolasi di Hotel Aneka, Puri Bagus, Grand Surya dan Oasis,” ungkap Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa, 13 Juli 2021 saat memimpin rapat Satgas-PP Covid-19 Buleleng.
Pada rapat yang dihadiri Wabup Buleleng I Nyoman Sutjidra, Sekda Gede Suyasa dan anggota Forkompinda Buleleng, Bupati Suradnyana yang juga Ketua Satgas-PP Covid-19 menegaskan, percepetan vaksinasi untuk mencapai target 70 % atau 578.549 jiwa dari 826.499 jumlah penduduk di Buleleng dilakukan dengan skema vaksinasi tambahan dengan menyasar 5 kecamatan yakni Kecamatan Buleleng, Banjar, Busungbiu, Seririt dan Gerokgak.
“Hari ini kami putuskan untuk melakukan percepatan vaksinasi dengan melibatkan Tim Vaksinator tambahan dari TNI/Polri, KF Undiksha, SMK-Kes Kubutambahan, menyasar warga masyarakat yang tercecer atau belum tervaksin pada lima kecamatan di wilayah Buleleng Barat,” tegas Bupati Suradnyana.
Vaksinasi tambahan ini dilakukan selama empat hari kedepan ini, menyasar warga masyarakat yang tercecer atau belum tervaksin, sehingga target 70 persen pada akhir Bulan Juli 2021 bisa tercapai.
“Prebekel dan lurah yang ada di lima kecamatan tersebut, sudah diinstruksikan mendata dan menggerakan warga yang belum tervaksin, untuk mengikuti vaksinasi yang dimulai besok pada lokasi yang telah ditentukan,” terangnya.
Suradnyana menegaskan, vaksinasi dengan memanfaatkan lokasi Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja untuk Kecamatan Buleleng dan lapangan atau gedung terbuka yang ada di kecamatan, diharapkan dapat mempercepat vaksinasi Usia 18 tahun keatas dan Usia 12-17 tahun yang telah terjadwal pada sekolah dan Puskesmas.
“Jadi semua berjalan, dilakukan bersama-sama secara gotong royong.” ujarnya. (kar)








