
BADUNG – Ketua Umum KONI Badung Made Nariana menilai, Poprov Bali lebih baik ditunda saja dari tahun depan ke tahun 2023. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu keputusan dari Gubernur Bali yang memiliki kewenangan penuh.
“Keputusan gelaran Porprov Bali di tahun depan yang sifatnya gotong royong itu kan masih sifatnya keputusan dari rapat KONI Bali dengan KONI seluruh kabupaten dan kota di Bali lalu dan sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari Gubernur Bali. Kalau saya ya tetap inginnya ditunda saja. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua kalau 2022 digelar otomatis 2024 harus digelar kembali dan tahun itu dimana jadwal PON juga digelar,” kata Nariana, Minggu 20 Juni 2021.
Selain itu jika jangka waktu Porprov digelar tahun depan dan digelar lagi tahun 2024 maka akan banyak agenda nasional seperti tahun politik karena adanya Pilpres, Pileg dan Pilkada serentak.
“Jadi harus lihat juga bagaimana kondisi ekonomi tahun depan, Apakah sudah mulai membaik atau tidak,” urainya.
Diakui Nariana, apabila Porprov bisa ditunda sampai 2023 maka jika bisa juga Badung tetap menjadi host atau tuan rumah.
“Tapi kalau tetap tahun depan Porprov digelar kami tetap berpartisipasi. Paling tidak ada lima atau enam cabor yang digelar di Badung. Selebihnya akan terbagi ke daerah lain,” terangnya.
Terlepas dari itu semua, terkait dengan pelatihan pelatih yang mendatangkan instruktur dari Undiksha yang digelar Sabtu 19 Juni 2021 lalu, diperuntukkan kepada para pelatih cabang olahraga yang belum memiliki sertifikat kepelatihan. (ari)








