
TABANAN – Polsek Pupuan mendapatkan laporan ada warga Banjar Semoja , desa Pupuan menghilang dari rumah Kamis 10 Juni 2021 lalu. Menghilang empat hari, korban Ni Wayan Jusni (72) ditemukan tewas di Sungai Yeh Sabo, Banjar Semoja, Desa/KecamatanPupuan, Kabupaten Tabanan, Senin 14 Juni 2021 siang.
Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia mengungkapkan, penemuan mayat yang diketahui bernama Ni Wayan Jusni warga Banjar Semoja sekitar pukul 11.30 WITA . Saat itu saksi I Ketut Darmayasa (42) warga banjar gambuk, Desa Sai dan beberapa rekannya melakukan pencarian di Tukad Yeh Sabo. Saksi membagi menjadi 2 kelompok yang terdiri 2 orang, Setelah melakukan pencarian sekitar 15 meter, mereka melihat ada orang terendam di air yang hanya kelihatan dadanya.
Saksi yang terkejut dan lari ke atas ke perkebunan kopi, berteriak meminta tolong. Setelah sampai di atas datang Wayan saksi Dodik, dan memberi tahu bahwa di sungai ada mayat manusia. Keempat saksi bersama-sama melihat ke sungai untuk memastikan dan dilihat ada mayat manusia, dan menelepon kepala kewilayahan Banjar Semoja.
“Setelah dicek ternyata memang korban Ni Wayan Jusni,” jelas Iptu Subagia, Senin 14 Juni 2021.
Dijelaskan, dari pemeriksaan dan identifikasi yang dilakukan petugas dari Polsek Pupuan bersama tim medis Puskesmas Pupuan I, diduga korban terpeleset di atas batu yang licin yang mengakibatkan luka di pelipis kiri mata. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan barang bukti lainnya milik korban yakni satu lembar kamben batik dan BH warna krem.
Dari pemeriksaan Dokter Puskesmas Pupuan I, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Ditemukan luka di pelipis Kiri, belum ada lebam mayat. Korban diperkirakan meninggal 6 jam sebelum ditemukan. Di tangan kanan memegang pohon pakis.
Ditambahkan, sebelumnya dari laporan pihak keluarga, Rabu 9 Juni 2021 sekira pukul Pukul 08.30 WITA, korban meninggalkan rumah tanpa pamit kepada suami maupun keluarganya. Karena korban tidak pulang, keesokan harinya keluarga korban mengadakan pencairan dibantu warga masyarakat Desa Pupuan pada tempat/lokasi yang pernah korban datangi. Warga telah melakukan pencarian selama tiga hari, namun korban tidak ditemukan. Korban baru ditemukan di hari keempat.
“Korban sebelumnya meninggalkan rumah tanpa pamit,” pungkasnya. (jon)








